Iran dan Oman Sepakati Mekanisme Penyampaian Koordinat Jalur Pelayaran Hormuz

3 views
Sebuah pemandangan dari udara memperlihatkan kapal-kapal yang berlabuh di lepas pantai Khasab di Kegubernuran Musandam, Oman, dekat Selat Hormuz, pada 2 Oktober 2026

ISLAM LIVE – Iran dan Oman menyepakati mekanisme penyampaian koordinat geografis jalur pelayaran yang ditetapkan sebagai rute aman bagi kapal yang memasuki dan meninggalkan Selat Hormuz. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan perkembangan tersebut pada Rabu (7/10/2026), menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRNA.

Baghaei mengatakan kedua negara telah menyepakati koordinat rute serta cara menyampaikan informasi tersebut kepada badan maritim internasional terkait. Pengumuman ini melanjutkan pembahasan teknis Iran–Oman untuk mengatur pelayaran di salah satu jalur strategis perdagangan energi dunia.

Pada Agustus 2026, Iran dan Oman telah menyepakati kerangka bertahap yang mencakup pembentukan koridor navigasi sementara, pembersihan ranjau, pengaturan lalu lintas kapal, dan pertukaran informasi. Kedua negara juga melanjutkan pembahasan untuk membentuk koridor permanen dan menyusun mekanisme pengelolaannya.

Baca Juga:  Gempa 4,9 Guncang Teluk Aden, Oman Pastikan Tak Ada Ancaman Tsunami

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, pada 26 Agustus menyebut jalur sementara tersebut memiliki lebar tujuh mil, dengan bagian masuk dan sebagian jalur keluar melewati perairan teritorial Iran. Ia menegaskan bahwa kesepakatan koridor itu tidak dengan sendirinya berarti Selat Hormuz telah dibuka sepenuhnya.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya mengaitkan pembukaan selat dengan pemenuhan komitmen Amerika Serikat berdasarkan memorandum Islamabad. Dengan demikian, kesepakatan teknis mengenai jalur pelayaran belum menjadi jaminan bahwa seluruh kapal komersial dapat melintas tanpa syarat.

Pada 7 Oktober, Mohammad Reza Naqdi, penasihat senior komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), memperingatkan bahwa jalur yang dianggap ilegal oleh Teheran akan segera diblokir. Kepada kantor berita semi-resmi Fars, Naqdi menuduh jalur alternatif di dekat pantai Oman digunakan kapal-kapal kecil untuk menyelundupkan minyak dan memindahkannya ke kapal tanker. Tuduhan tersebut merupakan pernyataan pejabat Iran dan tidak disertai bukti independen dalam materi sumber.

Baca Juga:  Aliran Dana Hezbollah Disebut Makin Sulit di Tengah Tekanan Ekonomi AS terhadap Iran
TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA