ISLAM LIVE – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mendorong produk kuliner dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah menembus pasar Arab Saudi, termasuk menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan jemaah haji Indonesia. Upaya ini diharapkan membuka pasar baru bagi produk lokal sekaligus memperluas manfaat ekonomi penyelenggaraan haji bagi masyarakat daerah.
Andi Sudirman menyampaikan dorongan tersebut dalam rangkaian UMKM Expo Sulsel 2026 di Gowa, Sabtu (17/10/2026). Menurutnya, kekayaan kuliner Sulawesi Selatan berpotensi dikembangkan menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar internasional.
“Harapan kita, UMKM Sulawesi Selatan bisa naik kelas. Produk lokal kita jangan hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar internasional, termasuk Arab Saudi,” ujar Andi Sudirman.
Ia menilai, peluang memasuki pasar internasional perlu didukung kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Kualitas produk, kapasitas produksi, pengemasan, dan distribusi menjadi sejumlah aspek yang perlu diperkuat agar produk lokal mampu bersaing.
Potensi pasar juga ditopang oleh kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyebut potensi belanja jemaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun, dengan Sulawesi Selatan diperkirakan menyumbang sekitar 25 persen dari potensi tersebut. Angka itu menggambarkan peluang pasar, bukan nilai transaksi yang telah terealisasi.
Meski demikian, produk lokal yang ingin memasuki pasar Arab Saudi perlu memenuhi persyaratan mutu, keamanan pangan, sertifikasi, kemasan, dan kesinambungan pasokan. Karena itu, promosi melalui pameran perlu diikuti langkah konkret yang menghubungkan pelaku UMKM dengan calon pembeli, penyedia logistik, dan mitra distribusi.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah. Dukungan terhadap penguatan ekosistem haji di daerah mencakup komitmen bantuan senilai Rp10 miliar untuk Masjid Asrama Haji Sudiang serta penyediaan lahan seluas 3.000 meter persegi untuk kantor wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan.
