ISLAM LIVE – Defisit APBN September 2026 mencapai Rp319 triliun atau 1,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kementerian Keuangan menyebut realisasi tersebut masih sesuai desain anggaran, sementara percepatan belanja dan pembiayaan pada kuartal terakhir menjadi perhatian.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan pendapatan negara hingga akhir September mencapai Rp2.341,5 triliun atau 74,2 persen dari target APBN, tumbuh 25,5 persen secara tahunan. Penerimaan perpajakan tercatat Rp1.847,7 triliun, sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp492,3 triliun atau 107,2 persen dari target.
“APBN kita dari sejak awal didesain untuk defisit. Artinya, kita desain supaya belanja negara bisa lebih tinggi dari apa yang kita kumpulkan dari masyarakat,” ujar Suahasil dalam Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp2.660,5 triliun atau 69,2 persen dari pagu. Pemerintah memperkirakan defisit akhir tahun berada pada kisaran 2,68–2,8 persen PDB, di bawah batas 3 persen.
Defisit APBN menjadi perhatian pada sisa tahun anggaran, terutama terkait percepatan belanja dan strategi pembiayaan yang menjaga kredibilitas fiskal.
