AS Perintahkan Sebagian Diplomat dan Keluarga Tinggalkan Arab Saudi di Tengah Serangan Houthi

2 views
Pemandangan umum gedung Departemen Luar Negeri AS di Washington, D.C., AS, 11 Juli 2025

ISLAM LIVE – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memerintahkan sebagian pegawai pemerintah non-darurat dan anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi di tengah meningkatnya serangan kelompok Houthi yang didukung Iran. Langkah tersebut diambil setelah serangan terhadap fasilitas sipil dan infrastruktur energi di negara itu menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai delapan lainnya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott menyatakan pada Rabu (21/10/2026) bahwa perintah keberangkatan tersebut hanya berlaku bagi pegawai pemerintah non-darurat dan anggota keluarga mereka di Arab Saudi. Ia mengaitkan keputusan itu dengan meningkatnya serangan Houthi dari Yaman terhadap sasaran sipil di wilayah Saudi.

Empat pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa misi diplomatik Amerika di sejumlah negara Teluk lainnya juga akan memerintahkan anggota keluarga personel untuk meninggalkan kawasan tersebut. Namun, Pigott tidak mengonfirmasi perubahan kebijakan terhadap misi diplomatik di luar Arab Saudi.

Baca Juga:  Indonesia Tampil di Festival Budaya ACGC Jeddah, Promosikan Kuliner dan Budaya

Pada hari yang sama, otoritas penerbangan sipil Saudi melaporkan serangan terhadap Bandara Internasional King Fahd di Dammam yang menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya. Sebelumnya, dua orang dilaporkan tewas setelah pertahanan udara Saudi mencegat sebuah drone yang berupaya menyerang fasilitas di ladang minyak Shaybah milik Saudi Aramco, menurut Kementerian Energi Saudi.

Kedutaan Besar AS di Riyadh juga mengeluarkan peringatan keamanan mengenai kemungkinan serangan Houthi lebih lanjut terhadap Arab Saudi. Peringatan tersebut menyusul serangkaian serangan mematikan sebelumnya, termasuk serangan yang menyasar bandara di Riyadh.

Penarikan personel ini berlangsung di tengah eskalasi konflik di Yaman yang menjadi bagian dari konflik regional lebih luas setelah perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari 2026. Washington sebelumnya telah menarik banyak personel dari kawasan itu setelah Iran melancarkan serangan terhadap fasilitas AS, sebelum sebagian personel diplomatik kembali dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga:  Sekolah Gratis Bukan Tujuan Akhir, Pendidikan Berkualitas yang Utama
TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA