ISLAM LIVE – Kementerian Agama (Kemenag) dan Universitas Al-Azhar Asy-Syarif menyepakati perluasan kerja sama pendidikan Islam, termasuk membuka peluang kuliah daring. Langkah ini diharapkan mengurangi kepadatan mahasiswa Indonesia yang belajar langsung di Mesir.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amin Suyitno mengatakan penyusunan MoU ini melalui proses panjang yang melibatkan empat periode kepemimpinan Menteri Agama. “Salah satunya adalah bagaimana kita bisa melakukan kuliah online, sehingga nanti mengurangi mahasiswa-mahasiswa kita yang datang ke Mesir, sehingga suasana yang sangat crowded (padat) beserta eksesnya bisa dikurangi,” kata Amin Suyitno, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Senin (12/10/2026).
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Wakil Al-Azhar Asy-Syarif, Asy-Syekh Ayman Abdul Ghani. Penandatanganan berlangsung secara hybrid dari Kantor Kemenag, Jakarta.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan salah satu agenda yang dijajaki adalah program twinning atau double degree. “Dimungkinkan untuk melakukan twinning program atau double degree. Mahasiswa dapat menempuh pendidikan dua tahun di sini (Indonesia) dan dua tahun di Al-Azhar Mesir, kemudian nanti mendapatkan dua ijazah,” jelasnya.
Kemenag juga menjajaki kedatangan sekitar 1.000 ulama dari Mesir yang telah memiliki kemampuan berbahasa Indonesia. Mereka direncanakan membantu pengajaran di perguruan tinggi dan pondok pesantren.
Sebaliknya, Indonesia mendapat kesempatan mengirimkan imam, ustaz, serta dosen bahasa Arab dan Dirasah Islamiyah ke Mesir. “Diberi kesempatan (mengirimkan) imam-imam, ustaz-ustaz, dan dosen-dosen bahasa Arab dan Dirasah Islamiyah untuk berangkat ke Mesir, guna selanjutnya mengikuti program takhasus (spesialisasi),” tambah Menag.
Perluasan kerja sama ini mencakup gelar ganda, pembelajaran jarak jauh, riset, dan pertukaran pendidik. Kerja sama ini juga membuka peluang pertukaran dosen, riset kolaboratif, serta pengiriman ulama Mesir untuk mengajar di Indonesia.
Skema baru tersebut menjadi tindak lanjut pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. Implementasinya akan menentukan sejauh mana kemitraan Kemenag dan Al-Azhar dapat memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat kompetensi dosen dan tenaga pengajar di Indonesia.
