ISLAM LIVE – Mesir menyatakan kesiapan mendukung pertahanan Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan regional dan serangan kelompok Houthi dari Yaman. Presiden Abdel Fattah el-Sisi menegaskan bahwa Kairo siap mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan kerajaan tersebut, sekaligus menekankan bahwa Mesir tidak bermaksud memulai perang atau menyerang pihak mana pun.
Pernyataan itu disampaikan setelah Dewan Pertahanan Nasional Mesir menggelar rapat yang dipimpin el-Sisi di Istana Ittihadiya pada Minggu (18/10/2026). Dewan tersebut menyatakan kesiapan Mesir memberikan segala bentuk dukungan yang diperlukan dan memungkinkan untuk menjaga keamanan, stabilitas, serta integritas teritorial Arab Saudi.
Sehari sebelumnya, el-Sisi telah menyatakan kesiapan Mesir mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membela Arab Saudi. Ia juga meminta parlemen menggelar sidang darurat guna mempertimbangkan pemberian kewenangan kepadanya untuk mengambil langkah yang diperlukan demi melindungi kerajaan jika situasi menuntutnya. El-Sisi menegaskan bahwa langkah tersebut berorientasi pada pertahanan dan perlindungan, bukan memulai konflik baru.
Di tengah pernyataan tersebut, dua pesawat angkut militer Lockheed C-130 Hercules milik Angkatan Udara Mesir dilaporkan terdeteksi di wilayah udara Arab Saudi pada Minggu. Mengutip data Flightradar, Al Jazeera melaporkan bahwa pesawat dengan nomor registrasi SU-BAI dan SU-BEW terpantau di wilayah Saudi antara pukul 08.24 dan 11.15 waktu Makkah.
Sinyal pelacakan kedua pesawat dilaporkan menghilang setelah melintasi Jeddah dan bergerak sekitar 91 kilometer ke arah timur. Pesawat SU-BEW kembali terdeteksi pada pukul 14.48 di barat laut Madinah. Sinyal terakhirnya tercatat pada pukul 15.33 ketika pesawat terbang ke arah barat laut di kawasan pesisir Al-Wajh, di Laut Merah.
Namun, lokasi pendaratan dan tujuan akhir kedua pesawat tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Data pelacakan itu juga belum membuktikan bahwa Mesir telah mengerahkan pasukan atau menjalankan misi militer tertentu di Arab Saudi.
