ISLAM LIVE – Pondok pesantren didorong menjadi pelopor pengelolaan sampah berbasis kebiasaan sehari-hari. Melalui Gerakan Roan menjelang Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menggerakkan budaya bersih di lingkungan pesantren, termasuk mendorong santri memilah sampah, mendaur ulang plastik, hingga mengolah sampah organik menjadi pakan ternak.
Gerakan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Roudhotul Mubtadiin, Kabupaten Pemalang, itu tidak sekadar menggelar aksi bersih-bersih. “Gerakan ini menjadi upaya menanamkan kepedulian terhadap kebersihan, sekaligus mendorong pesantren mengelola sampah secara lebih baik,” kata Taj Yasin di Pemalang, Selasa (20/10/2026).
Menurut dia, sampah plastik dapat didaur ulang menjadi berbagai kreasi, sedangkan sampah organik berpotensi diolah melalui budi daya maggot untuk pakan ternak. “Yang non-daur ulang bisa dikembangkan menjadi maggot, menjadi pakan ternak. Ini semuanya harus kita olah dan dimulai dari pesantren ini,” ujarnya.
Taj Yasin menegaskan, kebersihan harus menjadi kebiasaan, bukan sebatas materi yang diajarkan di lingkungan pendidikan. Ia mengajak masyarakat membawa dan mengumpulkan sampah masing-masing saat mengikuti kegiatan, termasuk pengajian, kemudian membuangnya pada tempat yang tepat dan memilahnya agar bisa dimanfaatkan kembali.
Wagub Jateng berharap kebiasaan menjaga kebersihan yang dibangun di pesantren turut terbawa ketika santri beraktivitas di tengah masyarakat. “Dengan pembiasaan sejak lingkungan pendidikan, kepedulian terhadap kebersihan diharapkan tidak hanya tumbuh di kalangan santri, tetapi juga terbawa ketika mereka beraktivitas di luar pesantren,” kata Taj Yasin.
Pendekatan ini membuka peluang pesantren berperan lebih luas dalam edukasi lingkungan, termasuk mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan dan mendorong pemanfaatan kembali material yang masih bernilai.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah Saiful Mujab mengatakan Gerakan Roan dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kegiatan tingkat provinsi dipusatkan di Pemalang, sementara pelaksanaan di daerah dilakukan melalui kerja sama Kemenag dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menentukan pesantren sebagai lokasi kegiatan.
Selain aksi kebersihan, rangkaian kegiatan di Ponpes Roudhotul Mubtadiin juga mencakup penyaluran bantuan kepada pesantren dan masyarakat. Layanan kesehatan turut disediakan melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Spesialis Keliling (Speling).
Gerakan Roan menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Santri Nasional 2026. Keberlanjutan program akan menjadi kunci agar pemilahan sampah dan pengolahan limbah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi budaya bersih di lingkungan pesantren dan masyarakat. Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
