ISLAM LIVE – Pemerintah berencana mengubah mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos) dari subsidi berbasis produk menjadi transfer tunai langsung kepada penerima manfaat. Melalui Dewan Ekonomi Nasional (DEN), pemerintah menargetkan peluncuran program digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10/10/2026.
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rencana tersebut di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 20/10/2026.
“Untuk mendapat bantuan sosial dari pemerintah yang nanti akan diberikan dalam bentuk cash transfer, cash transfer. Jadi, pemerintah pada ujungnya tidak memberikan subsidi kepada produk lagi,” kata Luhut.
Anggota DEN Mochamad Firman Hidayat menyebut uji coba digitalisasi telah menjangkau 514 kabupaten/kota dengan 11,5 juta kepala keluarga terdaftar. Menurutnya, sistem tersebut menurunkan exclusion error sebesar 24,1 persen dan inclusion error sebesar 4,1 persen.
Namun, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengingatkan risiko penggunaan bantuan di luar kebutuhan pokok serta potensi berkurangnya dampak ekonomi bagi UMKM pemasok barang bantuan.
Selain akurasi data, pemerintah masih perlu memperjelas mekanisme pengawasan, dasar hukum perubahan kebijakan, dan tahapan peralihan. Keberhasilan bansos tunai akan ditentukan oleh ketepatan penerima dan transparansi pelaksanaannya.
