ISLAM LIVE – Pemerintah Indonesia mengandalkan perluasan akses pasar internasional dan digitalisasi domestik untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Strategi tersebut mencakup penyelesaian perjanjian perdagangan, pengembangan kecerdasan buatan (AI), serta peningkatan keterampilan talenta digital.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan strategi tersebut dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (21/10/2026), menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Di bidang perdagangan, pemerintah mengawal implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), Indonesia-Canada CEPA, dan Indonesia-Eurasian Economic Union FTA. IEU-CEPA berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia hingga US$10,9 miliar berdasarkan analisis dampak yang disampaikan pemerintah.
Pemerintah juga menyebut Indonesia telah menjadi anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Di dalam negeri, kebutuhan talenta digital ditargetkan mencapai 9 juta orang hingga 2030, atau sekitar 600 ribu talenta per tahun.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menyampaikan bahwa Menko Airlangga menargetkan ratifikasi IEU-CEPA selesai pada semester II 2026 agar implementasinya dapat dimulai pada awal 2027.
Pemerintah berharap integrasi perdagangan global dan transformasi digital dapat memperluas lapangan kerja, menarik investasi, serta meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.
