ISLAM LIVE – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 454,25 hektare kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas telah berhasil dipadamkan hingga 19/10/2026. Pemerintah juga menguji teknologi modifikasi cuaca menggunakan dry ice untuk mengurai kabut asap dan meningkatkan jarak pandang.
Berdasarkan data BNPB, total area yang menjadi target penanganan mencapai 1.024,33 hektare. Sebanyak 570,08 hektare lainnya masih dalam proses pemadaman dan pendinginan. Sumatera Selatan mencatat area padam terbesar, yakni 293,17 hektare, disusul Kalimantan Tengah dengan 63,10 hektare.
Uji coba penyemaian dry ice di Sumatera Selatan sejak 16/10/2026 menunjukkan peningkatan jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dibandingkan kondisi sehari sebelumnya. Operasi serupa diperluas ke Kalimantan Tengah pada 19/10/2026.
BNPB menggunakan karbon dioksida padat bersuhu minus 78,5 derajat Celsius yang disemai pada ketinggian 5.000–7.000 kaki. Teknologi ini ditujukan untuk membuat lapisan udara lebih labil sehingga asap yang terperangkap dapat naik dan menyebar.
BNPB juga mengevaluasi prosedur penyemaian setelah muncul laporan material dry ice jatuh di permukiman warga. Masyarakat diimbau memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan tidak melakukan kegiatan pemicu kebakaran.
