Kopdes Merah Putih Terancam Gagal, Apakah Desa Justru Menanggung Risikonya?

3 views
pernyataan pejabat terkait program Kopdes Merah Putih.
Program Kopdes Merah Putih menjadi sorotan terkait kelayakan bisnis, target operasional, dan potensi risiko pembiayaan bagi desa. (Sumber: istimewa/instagram)

ISLAM LIVE – Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menuai kritik terkait kelayakan bisnis dan risiko pembiayaan yang berpotensi membebani anggaran desa. Anggota Fraksi PDI Perjuangan di Komisi II DPR, Deddy Sitorus, memperingatkan bahwa desain program yang seragam tanpa mempertimbangkan kebutuhan lokal dapat meningkatkan risiko kegagalan.

“Kopdes ini berpotensi gagal lebih dari 90 persen dan jadi beban hingga bertahun-tahun ke depan. Saya khawatir di tahun-tahun mendatang akan banyak orang yang harus berhadapan dengan hukum karena pelaksanaan proyek ini yang cenderung sembrono,” kata Deddy, Sabtu (17/10/2026).

Kritik serupa disampaikan INDEF. Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, menilai target operasional 8.000 koperasi tidak realistis karena menghadapi kendala proyeksi keuangan, infrastruktur, dan tata kelola.

Baca Juga:  Bayi Diduga Dikubur di Semarang, DPR: Tragedi Ini Alarm Pentingnya Pembinaan Remaja dan Ketahanan Keluarga

“Menurut saya target operasional 8.000 Kopdes Merah Putih ini tidak realistis karena berbagai kendala mendasar pada proyeksi finansial, infrastruktur, hingga tata kelola di lapangan,” ujar Esther, Rabu (14/10/2026).

Di sisi lain, pemerintah menargetkan 35.000 koperasi beroperasi hingga akhir 2026. Anggota Komisi XI DPR, Puteri Komarudin, sebelumnya menyebut aset koperasi diharapkan menjadi milik desa dan meningkatkan pendapatan asli desa.

Perdebatan ini menyoroti persoalan mendasar: jika koperasi gagal membayar pinjaman, sejauh mana desa harus menanggung risikonya?

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA