Pipa Minyak East-West Saudi Kembali Beroperasi, Hasilkan hingga 5,8 Juta Barel per Hari

3 views
Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman Al Saud

ISLAM LIVE – Aliran minyak melalui East-West Pipeline Arab Saudi kembali mencapai 5,8 juta barel per hari (bpd) setelah jalur tersebut sempat dihentikan menyusul serangan drone. Hal itu disampaikan Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman dalam forum GCC 2026 di Manama, Bahrain, Selasa.

Pangeran Abdulaziz mengatakan pengoperasian kembali pipeline dilakukan beberapa hari setelah serangan yang menurut pihak Saudi dikaitkan dengan milisi Irak. Ia menyebut aliran minyak melalui jalur tersebut telah kembali mencapai 5,8 juta bpd.

“Tidak semua orang tahu bahwa dalam lima atau enam hari, kami mulai menggunakan pipeline lagi setelah serangan besar yang menghantamnya,” ujar Abdulaziz, menurut laporan media Saudi.

Baca Juga:  Panggung Talenta Siswa Muslim Thailand: Darul U-loom School Gelar "Future Skills Expo 2026" di Satun

East-West Pipeline, yang juga dikenal sebagai Petroline, memiliki panjang sekitar 1.200 kilometer dan menghubungkan ladang-ladang minyak utama Arab Saudi di wilayah timur dengan pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Jalur tersebut memungkinkan Arab Saudi mengirim sebagian minyaknya menuju Laut Merah tanpa harus melewati Selat Hormuz. Selat tersebut sebagian besar tertutup sejak pecahnya perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Kementerian Energi Arab Saudi sebelumnya menyatakan pipeline sempat dihentikan sementara sebagai tindakan pencegahan setelah serangan pada awal September. Tim khusus kemudian dikerahkan untuk mengamankan jalur tersebut dan memastikan kondisi infrastrukturnya.

East-West Pipeline dibangun pada 1981 dan memiliki kapasitas maksimum sekitar 7 juta bpd. Namun, aliran aktualnya dalam beberapa bulan terakhir berada jauh di bawah kapasitas tersebut.

Baca Juga:  Arab Saudi Luncurkan Layanan Pantau Kepadatan Masjidil Haram Secara Real Time

Data perusahaan analitik komoditas Kpler menunjukkan aliran melalui pipeline pada Agustus berada di sekitar 2 juta bpd, menjadi tingkat bulanan terendah sejak Januari. Gangguan tersebut antara lain terjadi ketika serangan kelompok Houthi di Yaman membuat jalur Laut Merah semakin sulit digunakan.

Sejak gangguan terhadap arus minyak melalui Selat Hormuz, Arab Saudi menggunakan East-West Pipeline untuk mengalihkan sekitar 4 juta bpd minyak menuju Yanbu. Volume tersebut setara dengan sekitar 4 persen pasokan minyak global.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA