ISLAM LIVE – Iran mendesak Irak mencabut pembatasan penerbangan yang masih berlaku dan memulihkan sepenuhnya layanan udara antara kedua negara setelah sanksi Amerika Serikat (AS) mengganggu konektivitas penerbangan Iran-Irak.
Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan pada Kamis mengecam penerapan sanksi AS yang disebutnya mengganggu perdagangan dan transportasi udara Iran. Teheran meminta Baghdad mengambil keputusan untuk menghapus pembatasan dan mengembalikan operasional penerbangan secara normal, seperti lansiran Aljazeera pada Jumat (2/10/2026).
Iran menyatakan pembatasan tersebut berdampak pada pergerakan warga kedua negara. Teheran juga menilai hubungan transportasi Iran-Irak perlu dikelola secara independen dengan mempertimbangkan kepentingan kedua negara.
Desakan itu disampaikan setelah sebagian layanan penerbangan antara Iran dan Irak kembali beroperasi. Penerbangan antara Najaf dan sejumlah bandara di Iran telah dimulai kembali pada awal pekan, setelah Irak memperoleh pengecualian terbatas dari AS untuk layanan tertentu.
Namun, pembatasan terhadap penerbangan Iran-Irak belum sepenuhnya berakhir. Sebelumnya, penerbangan dari dan menuju sejumlah bandara Irak, termasuk Baghdad, Najaf, Erbil, dan Sulaimaniyah, sempat dihentikan setelah AS memberlakukan sanksi terhadap perusahaan yang berbisnis dengan maskapai Iran.
Kondisi tersebut membuat sebagian penumpang harus menempuh perjalanan melalui jalur darat. Gangguan itu juga berdampak pada perjalanan keperluan medis, pendidikan, bisnis, serta kunjungan keagamaan antara Iran dan Irak.
