Swedia Tuduh Iran Ancam Kepentingan Yahudi dan Israel, Staf Kedutaan Diusir

3 views
Swedia telah mengusir seorang pegawai kedutaan besar Iran, dengan menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil demi melindungi kepentingan dan warga negara Swedia

ISLAM LIVE – Swedia mengusir seorang staf Kedutaan Iran di Stockholm dan memanggil Duta Besar Iran untuk menyampaikan protes atas aktivitas yang dinilai tidak sesuai dengan Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik. Pemerintah Swedia menyebut langkah tersebut diambil dengan alasan keamanan dan untuk melindungi warga serta kepentingan negara.

Kementerian Luar Negeri Swedia menyatakan staf kedutaan tersebut diminta meninggalkan negara itu karena melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik. Pemerintah Swedia tidak mengungkap identitas staf maupun rincian aktivitas yang menjadi dasar keputusan tersebut.

“Kami mengetahui bahwa Iran dalam waktu yang cukup lama telah melakukan aktivitas yang mengancam keamanan di dan terhadap Swedia, yang menargetkan orang-orang yang menentang rezim Iran serta berbagai kepentingan Yahudi dan Israel di negara kami,” ujar Menteri Kehakiman Swedia Gunnar Strömmer kepada AFP.

Baca Juga:  UEA dan Israel Makin Mesra Bangun Aliansi Militer Untuk Hantam Iran

Menteri Luar Negeri Swedia Maria Malmer Stenergard mengatakan keputusan tersebut diambil untuk melindungi warga Swedia dan kepentingan negara lainnya. Pada saat yang sama, Dinas Keamanan Swedia (Säpo) menyatakan Iran masih melakukan aktivitas yang dinilai mengancam keamanan di dalam maupun terhadap Swedia, termasuk upaya menggunakan jaringan kriminal sebagai perantara untuk melakukan serangan atau tindakan kekerasan.

Säpo sebelumnya pada 2024 menuduh Iran merekrut anggota jaringan kriminal untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap kepentingan Israel dan pihak lain di Swedia. Iran telah membantah tuduhan tersebut.

Swedia juga sebelumnya menuduh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terlibat dalam peretasan operator layanan pesan singkat di negara tersebut pada 2023. Menurut tuduhan Swedia, peretasan itu digunakan untuk mengirim sekitar 15.000 pesan yang menyerukan aksi balasan setelah terjadi pembakaran Al-Qur’an dalam rangkaian protes di Swedia. Iran juga membantah tuduhan tersebut.

Baca Juga:  WFP: Lebih dari 600.000 Warga Taiz Terputus dari Bantuan Kemanusiaan

Keputusan terbaru tersebut menambah ketegangan dalam hubungan Swedia-Iran di tengah perhatian Stockholm terhadap dugaan aktivitas keamanan Iran di wilayahnya. Hingga laporan ini disusun, pemerintah Swedia belum mengungkap secara terbuka tindakan spesifik yang dilakukan staf kedutaan tersebut sebagai dasar pengusirannya.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA