Bukan Sekadar Makanan! Ini Filosofi Mendalam yang Tertanam dalam Sumpil Kaliwungu

4 views
Kuliner tradisional khas Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Sumpil, yang baru ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

ISLAM LIVE – Sumpil, kuliner tradisional berbahan dasar beras yang dibungkus daun bambu dari Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, tidak hanya memiliki keunikan rasa tetapi juga menyimpan filosofi mendalam sebagai simbol hubungan vertikal manusia dengan Tuhan dan hubungan horizontal antarsesama manusia.

Filosofi tersebut menjadikan Sumpil bukan sekadar makanan tradisional, melainkan simbol keharmonisan, kebersamaan, dan spiritualitas yang terus diwariskan dalam berbagai tradisi masyarakat Kaliwungu, seperti Grebeg Sumpil, tukuder, dan weh-wehan.

“Nilai-nilai tersebut menjadikan Sumpil bukan sekadar makanan tradisional, melainkan simbol keharmonisan, kebersamaan, dan spiritualitas yang terus diwariskan dalam berbagai tradisi masyarakat Kaliwungu,” kata Yuhan Cahyantara, Pamong Budaya Disdikbud Kendal, di Kendal, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga:  Museum Islam Indonesia Jadi Ruang Belajar Sejarah Islam Nusantara

Sumpil resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2026 dalam Sidang Tim Ahli WBTb Kementerian Kebudayaan RI di Jakarta pada awal Juli 2026, masuk dalam domain Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional.

“Alhamdulillah, berkat Tuhan Yang Maha Esa, Sumpil akhirnya berhasil ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia,” ujarnya.

Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah dengan jumlah usulan terbanyak, yakni 38 karya budaya, dan seluruhnya berhasil memperoleh status WBTb dari total 264 usulan karya budaya yang dibahas.

Pihaknya berharap dengan penetapan Sumpil menjadi WBTb, seluruh warga dapat ikut menjaga dan melestarikannya serta memperkenalkan Sumpil kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga:  Kemendikdasmen Menyoroti Verifikasi Ulang Soal Dugaan Penyalahgunaan Dapodik

“Bagi masyarakat Kendal, khususnya warga Kaliwungu, penetapan Sumpil sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sekaligus menegaskan bahwa tradisi lokal memiliki nilai penting yang layak dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” pungkasnya.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA