Ditjen PE2HU Dorong Produk Daerah dan UMKM Masuk Rantai Pasok Haji

4 views
Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan enam strategi prioritas untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah.

ISLAM LIVE – Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) mendorong produk unggulan daerah, koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelaku usaha nasional masuk lebih luas ke dalam rantai pasok penyelenggaraan haji dan umrah. Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas manfaat ekonomi penyelenggaraan haji bagi masyarakat sekaligus meningkatkan keterlibatan pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan jemaah.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Surabaya, Kamis (6/8/2026). Pemerintah mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, koperasi, UMKM, asosiasi, serta berbagai lembaga pendukung untuk memperkuat kapasitas dan daya saing produk dalam negeri.

Baca Juga:  Laboratorium Haji Saudi Beroperasi 24 Jam, Ribuan Sampel Makanan Diuji Cepat

“Pengembangan ekosistem ekonomi haji tidak hanya berbicara tentang penyelenggaraan ibadah, tetapi juga bagaimana menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar setiap program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi.

Menurut Jaenal, potensi ekonomi yang dimiliki setiap daerah perlu dihubungkan dengan kebutuhan penyelenggaraan haji dan umrah. Dengan integrasi tersebut, produk lokal dan layanan yang dikembangkan pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan rantai pasok sektor haji dan umrah.

Jaenal juga mendorong peningkatan kapasitas dan pendampingan bagi pelaku usaha agar produk dan layanan yang dihasilkan mampu memenuhi standar, memiliki daya saing, serta dapat diterima dalam rantai pasok penyelenggaraan haji dan umrah.

Baca Juga:  Mahmudi Pimpin Kemenhaj Jatim, Diminta Segera Siapkan Haji 2027

Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, koperasi, UMKM, asosiasi, dan lembaga pendukung. Melalui kerja sama tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus memiliki kualitas dan daya saing yang memadai.

Penguatan keterlibatan pelaku usaha dalam rantai pasok haji dan umrah diharapkan tidak hanya mendukung kualitas penyelenggaraan ibadah, tetapi juga membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Jaenal menargetkan pengembangan ekosistem tersebut dapat meningkatkan partisipasi pelaku usaha nasional dan daerah sekaligus memperbesar manfaat ekonomi sektor haji bagi Indonesia.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA