ISLAM LIVE – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) program prioritas serta capaian kinerja semester I Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan efektivitas pelaksanaan program. Evaluasi tersebut digunakan untuk mengukur pencapaian target sekaligus mengidentifikasi tantangan yang perlu ditindaklanjuti pada semester berikutnya.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Prioritas dan Capaian Kinerja Semester I Kemenhaj Tahun Anggaran 2026 dibuka Kepala Biro Perencanaan Kemenhaj M. Noer Alya Fitra di Jakarta, Selasa (4/8/2026). Kegiatan diikuti seluruh unit kerja di lingkungan Kemenhaj.
“Melalui monitoring dan evaluasi ini, kita dapat mengukur sejauh mana target yang telah ditetapkan dapat dicapai, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan agar pelaksanaan program semakin efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Fitra.
Menurut Fitra, monitoring dan evaluasi menjadi instrumen penting untuk memastikan pelaksanaan program tidak hanya berjalan sesuai rencana, tetapi juga menghasilkan capaian yang dapat diukur. Hasil evaluasi menjadi dasar untuk menyusun langkah perbaikan pada pelaksanaan program berikutnya.
Evaluasi kinerja dalam forum tersebut difokuskan pada sasaran strategis yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) Kemenhaj. Sasaran tersebut meliputi peningkatan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan jemaah, pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah, serta penguatan tata kelola organisasi.
Selain capaian program, forum juga membahas penguatan sistem pengukuran kinerja dan efektivitas pelaksanaan program prioritas. Penguatan tersebut diarahkan agar setiap program memiliki ukuran capaian yang jelas dan dapat dievaluasi secara berkala.
Fitra juga memberikan perhatian pada optimalisasi kanal pengaduan masyarakat. Penguatan kanal tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik agar semakin transparan, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.
