ISLAM LIVE – Kementerian Pertanian (Kementan) membuka peluang bagi pondok pesantren di seluruh Indonesia untuk mengembangkan sektor pertanian melalui bantuan bibit komoditas perkebunan, pengolahan lahan, dan pendampingan budidaya tanpa biaya.
Program tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta. Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar menjadi pusat pemberdayaan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Semua ini untuk rakyat. Tahun ini kalau masih ada yang membutuhkan, bibit masih tersedia dan siap kami salurkan,” kata Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, di Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII, Jakarta, baru-baru ini.
Bantuan yang disiapkan meliputi bibit tebu, kakao, kelapa, jambu mete, dan kopi. Selain penyediaan bibit, pemerintah juga akan membantu pengolahan lahan sehingga pesantren dapat segera memulai budidaya komoditas perkebunan.
Pesantren yang ingin mengikuti program tersebut diminta mengajukan permohonan melalui dinas pertanian di daerah masing-masing. Selanjutnya, Kementan akan melakukan pendampingan mulai dari tahap persiapan lahan hingga penanaman.
Program ini merupakan bagian dari pengembangan sekitar 870 ribu hektare komoditas perkebunan strategis nasional yang didukung anggaran sekitar Rp9,95 triliun. Pemerintah berharap keterlibatan pesantren tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi bagi santri dan masyarakat di sekitarnya.
“Kami ingin pesantren menjadi mandiri pangan. Yang punya lahan tinggal diusulkan melalui dinas pertanian, nanti kami bantu tanami. Bibit kami siapkan sehingga lahan-lahan pesantren bisa menjadi produktif,” kata Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, di Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII, Jakarta, baru-baru ini.
