ISLAM LIVE – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menargetkan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 menghasilkan Jakarta Vision on Creative Economy 2026 sebagai pijakan Indonesia mengusulkan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang ekonomi kreatif.
Sekretaris Kementerian Ekraf/Sekretaris Utama Badan Ekraf Dessy Ruhati mengatakan WCCE 2026 menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ekonomi kreatif dunia. Menurutnya, salah satu target utama konferensi tersebut adalah lahirnya Jakarta Vision on Creative Economy 2026.
“Kami mengharapkan WCCE dapat menghasilkan Jakarta Vision on Creative Economy 2026 yang nantinya dapat dijadikan Indonesia sebagai pijakan strategis dalam mengajukan Resolusi PBB ke-3 terkait ekonomi kreatif,” ujar Dessy di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
WCCE 2026 akan mengusung tema Inclusively Creative: Collective Continuity. Kementerian Ekraf mengundang sekitar 60 perwakilan negara sahabat dan organisasi internasional, sementara konferensi tersebut ditargetkan dihadiri ribuan peserta dari lebih dari 80 negara.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Agus Syarip Hidayat mengatakan Jakarta Vision akan menjadi salah satu hasil utama konferensi. Menurutnya, WCCE 2026 diharapkan menjadi platform global untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif sebagai new engine of growth di berbagai negara.
Selain mempersiapkan WCCE 2026, Kementerian Ekraf juga membuka peluang bagi negara mitra untuk menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy 2028 sebagai upaya memperluas kolaborasi internasional dalam pengembangan ekonomi kreatif.
