Geruduk! Mahasiswa Nilai Budiman Sudjatmiko dan Nusron Tidak Bisa Dibisik, Harus Diteriaki

4 views
ILUSTRASI: Mahasiswa Menilai pejabat saat ini tidak bisa hanya dibisiki, tapi harus diteriaki

ISLAM LIVE – Aksi protes ratusan mahasiswa mewarnai diskusi yang menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Senin 15/6/2026 malam. Mahasiswa menilai pemerintah tidak lagi merespons kritik yang disampaikan secara biasa sehingga perlu ditegaskan melalui aksi terbuka.

Perwakilan Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM, Bintang Mesa, mengatakan gesekan yang terjadi dalam aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap sikap pemerintah yang dinilai tidak mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Gesekan-gesekan yang terjadi tadi justru memang hal yang wajar dalam negara demokrasi, yang saat ini mereka tidak hanya bisa dibisiki, tapi memang harus diteriaki,” kata Mesa.

Baca Juga:  Bersama Penasihat Hukum, Islah Hadiri Undangan Klarifikasi Dugaan Penghasutan

Aksi bermula ketika sejumlah mahasiswa naik ke panggung dan membentangkan spanduk penolakan terhadap para pembicara. Situasi kemudian memanas hingga diskusi dihentikan. Sejumlah mahasiswa melempar gelas plastik, sementara para pejabat dievakuasi dari lokasi acara.

Ketegangan kemudian berlanjut di luar gedung saat rombongan pejabat meninggalkan lokasi. Nusron Wahid dan Sudaryono sempat berdialog dengan massa, namun pembicaraan tidak mencapai kesepakatan. Saat keduanya meninggalkan area kampus dengan pengawalan, sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas yang mengawal.

Mesa menilai para pejabat yang hadir dalam forum tersebut tidak layak berbicara mengenai nilai-nilai Pancasila apabila kritik masyarakat masih dianggap sebagai gangguan.

Terkait aksi kejar-kejaran yang sempat terjadi, Perwaklan SEMA tersebut menjelaskan bahwa hal itu dipicu oleh sikap para pejabat yang dinilai menghindari dialog dengan mahasiswa.

Baca Juga:  Bosen Doomscrolling? Rekomendasi Kegiatan Seru Untuk Hari Buku Nasional Biar Cerdas di Sosmed!

“Aksi kejar-kejaran itu sebetulnya karena mereka menghindar. Kami tidak akan mengejar-ngejar mereka seandainya mereka menjawab satu pertanyaan sederhana saya, apakah mereka merasa bersalah?” tegasnya.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA