ISLAM LIVE – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat pengembangan tebu guna mendukung terwujudnya swasembada gula nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui Gerakan Tanam Serentak Tebu yang digelar di Desa Salit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sekaligus mendorong penguatan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani.
“Pengembangan tebu menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mendukung swasembada gula nasional,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan, Heru Triwidarto, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Heru menjelaskan, target pengembangan tebu di Jawa Tengah pada 2026 mencapai 10.800 hektare. Hingga saat ini realisasi penanaman telah mencapai sekitar 8.800 hektare atau 80 persen. “Masih terdapat sekitar 2.000 hektare yang akan terus dikejar hingga akhir tahun. Kami optimistis target tersebut dapat tercapai melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, industri gula, dan petani,” ujarnya.
Menurut Heru, percepatan tanam tebu harus dibarengi dengan penguatan industri pengolahan. “Hilirisasi merupakan kunci peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan. Karena itu, pengembangan tebu harus didukung oleh penguatan industri pengolahan agar manfaat ekonominya semakin besar dan dirasakan langsung oleh petani,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perkebunan (DKPP) Pekalongan, Yudhi Himawan, mengatakan daerahnya mendapat target pengembangan tebu seluas 234 hektare pada 2026. Hingga kini realisasi tanam telah mencapai 135 hektare.
“Kami optimistis target tersebut dapat tercapai dengan dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat, pabrik gula, dan petani,” ujarnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan tanam tebu menjadi bagian penting dalam mewujudkan swasembada pangan dan swasembada gula nasional, oleh karena itu presiden memberika perhatian besar.
“Presiden memberikan perhatian besar terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. Karena itu, seluruh jajaran Kementerian Pertanian terus bergerak mempercepat peningkatan produksi komoditas strategis, termasuk gula, melalui perluasan areal tanam, peningkatan produktivitas, serta penguatan kemitraan dengan petani dan industri,” ujar Mentan Amran.
Menurutnya, pemerintah akan terus mendukung petani melalui penyediaan benih unggul, mekanisasi, pembiayaan, hingga penguatan hilirisasi. “Petani harus menjadi pelaku utama yang menikmati manfaat pembangunan pertanian. Karena itu, seluruh program yang dijalankan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
