ISLAM LIVE — Puncak pelaksanaan ibadah haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah berakhir pada 13 Zulhijah 1447 Hijriah atau 30 Mei 2026. Seiring selesainya rangkaian ibadah tersebut, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai menyiapkan proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air.
Pemulangan jemaah dijadwalkan mulai berlangsung pada 1 Juni 2026 dan akan dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama diberangkatkan melalui Bandara Jeddah pada periode 1–15 Juni 2026, sedangkan gelombang kedua akan diterbangkan melalui Madinah pada 7–30 Juni 2026.
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, mengatakan skema pemulangan disusun berdasarkan urutan keberangkatan jemaah dari Indonesia.
“Kloter pertama dari Tanah Air itu berangkat tanggal 22 April (2026). Idealnya mereka menjadi rombongan pertama yang pulang tanggal 1 Juni,” ungkap Dendi, di Mina pada Jumat 29/5/2026.
Menurut Dendi, jadwal keberangkatan menjadi acuan dalam berbagai persiapan operasional, mulai dari penyiapan hotel, pengaturan armada bus menuju bandara, hingga penentuan slot penerbangan bagi masing-masing kelompok terbang (kloter).
Meski demikian, dia menegaskan jadwal yang telah disusun tetap memungkinkan adanya penyesuaian sesuai kondisi di lapangan.
