ISLAM LIVE – Siapa bilang film kolosal bertema perang salib cuma jualan adu pedang dan genosida? Pernah dengar atau mungkin sudah nonton film Kingdom of Heaven?
Kalau kamu pernah nonton film Kingdom of Heaven karya sutradara kondang Ridley Scott, kamu bakal nemuin sesuatu yang jauh lebih berharga dari sekadar perebutan wilayah. Uniknya, film ini lebih mengangkat tema diplomasi kemanusiaan yang bikin penontonnya merinding.
Di tengah panasnya gurun Yerusalem abad ke-12, film ini berhasil memotret sisi lain dari sejarah yang sering kali kelam. Bukan soal siapa yang paling benar, tapi lebih kepada siapa yang paling manusia.
Dua Raja, Satu Frekuensi Kemanusiaan
Fokus utama yang membuat film ini terasa legit adalah tentang rivalitas sehat – kalau boleh dibilang begitu – antara dua pemimpin besar agama abrahamik. Raja Baldwin IV dari pihak Kristen dan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (Saladin) dari pihak Muslim. Ada poin-poin menarik yang memperlihatkan bagaimana film ini berhasil menghidupkan ajaran mulia kemanusiaan.
Meskipun Raja Baldwin IV menderita penyakit kusta yang mengharuskan wajahnya ditutup menggunakan topeng perak, Baldwin digambarkan sebagai sosok yang sangat toleran. Ia tidak melihat Yerusalem sebagai milik satu golongan, tapi sebagai tempat dimana semua orang bisa berdoa atau sembahyang dengan tenang. Pesannya juga jelas, bahwa agama menurutnya adalah jalan menuju Tuhan, bukan alasan untuk melakukan sebuah penindasan.
Sedangkan dari sosok Salahuddin Al-Ayyubi, merupakan tokoh Pemimpin Muslim yang sangat kesatria. Dalam film ini, Saladin digambarkan bukan sekadar sosok penakluk, namun dia adalah seorang pemimpin yang gentleman.
Saat yerusalem pada akhirnya berhasil jatuh ke tangannya, dia tidak balas dendam atas peristiwa pembantaian masa lalu. Sebaliknya, dia memberikan jaminan keamanan bagi warga Kristen untuk pergi dengan selamat.
Ada momen ikonik Cross and Prayer dalam salah satu adegan film yang cukup membekas bagi para penonoton. Yaitu saat Saladin memasuki gereja yang berantakan, dia melihat salib terjatuh di lantai. Alih-alih menginjaknya, dia justru mengangkat dan meletakkannya kembali ke atas meja dengan hormat. Respect pokoknya!
Tokoh utama dalam film ini, Balian, yang diperankan aktor tampan Orlando Bloom, bertindak sebagai mata penonton. Dia datang ke Yerusalem untuk mencari pengampunan, tapi malah menemukan bahwa kesucian sebuah tempat tidak terletak pada gedung atau kuil suci, melainkan pada perilaku orang-orang di dalamnya.
Balian dan Saladin menunjukkan bahwa dibalik baju zirah dan perbedaan iman, ada bahasa universal yang mereka pahami sebagai titik temu, yaitu keadilan dan belas kasih.
Mengapa film ini masih relevan untuk dunia hari ini yang sesak dengan perang senjata berteknologi canggih yang bisa menghilangkan banyak nyawa manusia dalam tempo yang singkat? Karena ditengah kehidupan modern yang seringkali masih begitu panas dengan isu intoleransi, Kingdom of Heaven menjadi pengingat keras, bahwa kemanusiaan adalah nilai universal.
Ridley Scott seolah ingin mengatakan, bahwa dulu saat perang berkecamuk, dua pemimpin besar dari agama yang berbeda masih bisa saling menghargai, lantas mengapa kita yang konon sudah lebih mengenal konsep-konsep kemanusiaan di ruang kelas, masih begitu sulit mencari titik temu damai?
“What is Jerusalem worth?” Tanya Balian.
“Nothing.. and everything” Jawab Saladin.
Sebuah percakapan filosofis yang menekankan bahwa kota suci Yerusalem tidak akan berharga jika isinya hanya darah manusia korban perang, tapi Yerusalem menjadi segalanya jika dijaga dengan nilai kemanusiaan yang paripurna.
Meski terjadi pro-kontra terhadap film ini, namun Kingdom of Heaven bukan sekadar tontonan sejarah yang megah secara visual, tapi juga sebuah khotbah tentang perdamaian yang dikemas sineas film dengan sangat apik.
Baik Islam maupun Kristen, dalam film ini diperlihatkan bahwa sejatinya agama memiliki inti ajaran yang sama, yaitu menjaga nyawa manusia lebih utama dibanding ambisi untuk memenangkan ego politik kekuasaan.
Dengan rata-rata rating 9/10 dari beberapa review kelompok pecinta film, Kingdom of Heaven menjadi salah satu daftar Must Watch buat kamu yang sedang butuh asupan konten yang menyejukkan hati di tengah panasnya ambisi kekuasaan manusia modern saat ini.
