ISLAM LIVE – Polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali memanas setelah tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik, Rustam Effendi Piliang, menyeret nama Menko PMK Pratikno dalam perkara yang tengah bergulir.
Rustam secara terbuka menyatakan dirinya yakin ijazah Jokowi palsu. Ia juga menuding ada pihak tertentu yang diduga mengatur dan mengorkestrasi proses terkait dokumen tersebut hingga menimbulkan polemik nasional.
“Selain Eko Sulistyo, mantan Ketua KPUD Solo, juga yang paling otaknya lagi, Pratikno,” kata Rustam Effendi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Pernyataan itu langsung menyita perhatian publik karena Pratikno saat ini masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam Kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Rustam kemudian meminta Presiden Prabowo mengambil langkah tegas dengan mencopot Pratikno dari jabatan menteri. Ia menilai dugaan keterlibatan tersebut tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa semata.
“
Saya memohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, tolong Pratikno dicopot! Pratikno diduga keras terlibat kasus ijazah Jokowi yang dibuat di Pasar Pramuka.”
Selain menjabat menteri, Pratikno juga diketahui memiliki posisi penting di Universitas Gadjah Mada sebagai Ketua Majelis Wali Amanah. Hal itu membuat namanya semakin menjadi sorotan dalam polemik yang berkembang.
Rustam juga kembali menyebut nama mantan Ketua KPUD Solo Eko Sulistyo sebagai pihak yang menurutnya terlibat dalam persoalan tersebut. Tuduhan itu disampaikan di hadapan awak media di lingkungan Polda Metro Jaya.
“Pemain lapangannya Eko Sulistyo, mantan Ketua KPUD Solo,” ujarnya.
Kasus dugaan pencemaran nama baik terkait ijazah Jokowi kini terus berkembang menjadi isu politik nasional. Polemik tersebut diperkirakan masih akan memicu perdebatan panjang di ruang publik dan media sosial
