ISLAM LIVE – Hingga 30 September 2026, realisasi anggaran pendidikan tercatat mencapai Rp 574,2 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing.
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan pemerintah tengah menata ulang anggaran pendidikan untuk tahun 2027. “Saya mau mengatakan, tahun depan 2027, anggaran pendidikan akan menjadi Rp 824 triliun. Ini yang sedang kita desain lagi, berapa seharusnya untuk siswa, mahasiswa? Berapa seharusnya yang kita alokasikan untuk guru, dosen, dan tenaga pendidik? Berapa yang untuk perbaikan sekolah, kampus, dan seterusnya,” kata Suahasil Nazara, Menteri Keuangan, dalam konferensi pers APBN KiTA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, penyerapan anggaran pendidikan terbagi dalam tiga kelompok utama. Kelompok pertama adalah alokasi untuk siswa dan mahasiswa yang mencapai Rp 184,3 triliun.
Anggaran tersebut mencakup Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program-program ini menyasar langsung siswa dan mahasiswa penerima manfaat.
Kelompok kedua adalah anggaran untuk guru, dosen, dan tenaga pendidik yang mencapai Rp 177,9 triliun. Dana tersebut antara lain digunakan untuk membiayai Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Profesi Dosen (TPD) non-ASN.
Kelompok ketiga adalah anggaran untuk sekolah dan kampus yang tercatat sebesar Rp 204,1 triliun. Dana ini mencakup Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD), serta layanan pendidikan lainnya.
Menurut Suahasil, penyusunan anggaran akan diselaraskan dengan sumber pendanaan melalui pemerintah pusat, transfer ke daerah, serta dana abadi pendidikan. Penataan ini bertujuan menghasilkan capaian pendidikan yang lebih optimal.
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah peningkatan skor Programme for International Student Assessment (PISA). PISA merupakan program OECD yang mengukur kemampuan siswa dalam membaca, matematika, dan sains.
Dengan alokasi yang lebih besar pada 2027, pemerintah tengah merancang penyaluran anggaran agar lebih tepat sasaran. Realisasi tahun ini menjadi gambaran sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
