ISLAM LIVE – Mutu kurma tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh ketepatan penanganan setelah buah dipetik. Petani di Wilayah Qassim, Arab Saudi, menerapkan serangkaian tahapan pascapanen untuk menjaga kualitas buah hingga sampai ke pasar.
Dilansir dari SPA News, Senin (12/20/2026), proses curing atau pengolahan pascapanen tersebut meliputi penyortiran, pembersihan, pengeringan, pendinginan, hingga pengemasan dan penyimpanan dengan kondisi yang sesuai. Petani Muhammad Al-Arini menegaskan bahwa keberhasilan curing bergantung pada pemahaman terhadap varietas kurma, kadar air buah, serta pemilihan metode pengeringan dan pengawetan yang tepat. “Keberhasilan curing bergantung pada pemahaman terhadap varietas kurma, kadar air buah, serta pemilihan metode pengeringan dan pengawetan yang tepat,” kata Al-Arini.
Sebelum dikeringkan, kurma disortir untuk memisahkan buah yang rusak, kemudian dibersihkan dari kotoran. Setelah pengeringan selesai, kurma didinginkan sebelum dikemas menggunakan wadah yang sesuai. Tahap penyimpanan juga membutuhkan perhatian terhadap kebersihan, ventilasi, dan suhu. Kondisi yang tepat membantu meminimalkan kerusakan serta menjaga kualitas produk hingga dipasarkan.
Dalam proses pengeringan, petani Qassim menggunakan dua pendekatan utama, yakni metode tradisional dan teknologi modern. Metode tradisional mengandalkan sinar matahari untuk mengurangi kadar air kurma. Selama proses berlangsung, buah dibalik secara berkala dan kondisinya dipantau agar pengeringan berjalan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, metode modern menggunakan peralatan dan ruang pengering khusus yang memungkinkan suhu serta kelembapan dikendalikan dengan lebih presisi. Pemilihan metode bergantung pada karakteristik buah dan kebutuhan pengolahan. Pengendalian kadar air menjadi bagian penting untuk mempertahankan mutu kurma selama penyimpanan.
Bagi industri kurma, penanganan pascapanen menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi mutu dan mengurangi potensi kehilangan hasil. Pengolahan yang tepat juga membantu produsen mempertahankan kualitas produk selama distribusi.
Praktik petani Qassim menunjukkan bahwa pengembangan industri kurma tidak hanya bergantung pada produktivitas kebun, tetapi juga pada penerapan teknik pascapanen yang sesuai dengan karakteristik buah. Dengan menggabungkan pengalaman tradisional dan teknologi modern, petani dapat menyesuaikan proses pengolahan untuk menjaga kualitas kurma setelah panen.
