ISLAM LIVE – Al-Qur’an memiliki sejumlah nama atau sebutan yang sering dibahas dalam berbagai sumber keislaman. Masing-masing sebutan memiliki makna yang berkaitan dengan fungsi dan kedudukan Al-Qur’an sebagai wahyu Allah SWT.
Sebutan pertama adalah Al-Kitab (الْكِتَابُ) yang berarti kitab atau sesuatu yang tertulis. Sebutan ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang menjadi pedoman umat Islam dalam menjalani kehidupan. Dalilnya terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 2:
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)
Kedua, Al-Huda (الْهُدَى) yang berarti petunjuk. Sebutan ini menggambarkan fungsi Al-Qur’an dalam membimbing manusia agar dapat membedakan jalan yang benar dan yang keliru. Dalilnya terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ
Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Ketiga, Al-Furqan (الْفُرْقَانُ) yang berarti pembeda, yaitu sesuatu yang membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Dalilnya terdapat dalam Surah Al-Furqan ayat 1:
تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا
Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad) agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al-Furqan: 1)
Keempat, Ar-Rahmah (الرَّحْمَةُ) yang berarti rahmat atau kasih sayang. Sebutan ini menggambarkan salah satu fungsi Al-Qur’an sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Dalilnya terdapat dalam Surah Al-Isra ayat 82:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Al-Isra: 82)
Kelima, Ar-Ruh (الرُّوحُ) yang secara harfiah berarti ruh. Dalam Surah Asy-Syura ayat 52, Al-Qur’an disebut sebagai ruh yang diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW:
وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا
Artinya: “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami.” (QS. Asy-Syura: 52)
Keenam, Asy-Syifa (الشِّفَاءُ) yang berarti penyembuh atau penawar. Sebutan ini berkaitan dengan fungsi Al-Qur’an sebagai penawar bagi penyakit di dalam dada, seperti keraguan dan kebingungan. Dalilnya terdapat dalam Surah Yunus ayat 57:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ
Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada.” (QS. Yunus: 57)
Ketujuh, Al-Haq (الْحَقُّ) yang berarti kebenaran. Istilah ini berkaitan dengan kebenaran yang berasal dari Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 147:
الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
Artinya: “Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah engkau termasuk orang-orang yang ragu.” (QS. Al-Baqarah: 147)
Kedelapan, Al-Mau’izhah (الْمَوْعِظَةُ) yang berarti nasihat atau pelajaran. Sebutan ini menggambarkan kandungan Al-Qur’an yang mengingatkan manusia agar menjauhi keburukan. Dalilnya terdapat dalam Surah Yunus ayat 57:
قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ
Artinya: “Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu.” (QS. Yunus: 57)
Kesembilan, Adz-Dzikr (الذِّكْرُ) yang berarti peringatan atau pengingat. Dalilnya terdapat dalam Surah Al-Hijr ayat 9:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9)
Kesepuluh, An-Nur (النُّورُ) yang berarti cahaya. Sebutan ini menggambarkan wahyu Allah SWT yang menerangi kehidupan manusia melalui petunjuk dan penjelasan tentang kebenaran. Dalilnya terdapat dalam Surah Al-Ma’idah ayat 15:
قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ
Artinya: “Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menjelaskan.” (QS. Al-Ma’idah: 15)
Kesebelas, Al-Burhan (الْبُرْهَانُ) yang berarti bukti yang nyata atau hujah yang jelas. Dalil yang sering dikaitkan dengan sebutan ini terdapat dalam Surah An-Nisa ayat 174:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا
Artinya: “Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu (Muhammad dengan mukjizatnya), dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur’an).” (QS. An-Nisa: 174)
Kedua belas, Al-Busyra (الْبُشْرَى) yang berarti kabar gembira. Sebutan ini berkaitan dengan kandungan Al-Qur’an yang membawa kabar baik bagi orang-orang beriman. Dalilnya terdapat dalam Surah An-Nahl ayat 89:
وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ
Artinya: “Sebagai petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang muslim.” (QS. An-Nahl: 89, penggalan ayat)
Ketiga belas, At-Tanzil (التَّنْزِيلُ) yang berarti sesuatu yang diturunkan. Dalilnya terdapat dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 192:
وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Artinya: “Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam.” (QS. Asy-Syu’ara: 192)
Keempat belas, Al-Mubin (الْمُبِينُ) yang berarti yang jelas atau yang menjelaskan. Dalilnya terdapat dalam Surah Ad-Dukhan ayat 2:
وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ
Artinya: “Demi Kitab (Al-Qur’an) yang menjelaskan.” (QS. Ad-Dukhan: 2)
Kelima belas, Al-Karim (الْكَرِيمُ) yang berarti mulia. Sebutan ini menggambarkan kemuliaan Al-Qur’an sebagai wahyu Allah SWT yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Dalilnya terdapat dalam Surah Al-Waqi’ah ayat 77:
إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ
Artinya: “Sesungguhnya ia benar-benar Al-Qur’an yang sangat mulia.” (QS. Al-Waqi’ah: 77)
Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk menghormati Al-Qur’an, membaca dengan baik, memahami maknanya, dan berusaha mengamalkan ajarannya.
