ISLAM LIVE – Gempa bumi berkekuatan 7,1 magnitudo mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7/2026), menewaskan sedikitnya tiga orang dan menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah. Dua korban tewas ditemukan setelah ledakan terjadi di pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto, sementara satu korban lainnya meninggal akibat bangunan runtuh.
Pemerintah Prefektur Kumamoto mengatakan tim penyelamat yang bekerja sepanjang malam telah mengevakuasi delapan orang dari pusat perbelanjaan tersebut. Dua perempuan berusia 20-an tahun dinyatakan meninggal, satu orang lainnya berada dalam kondisi henti jantung dan pernapasan, sedangkan lima orang mengalami luka yang tidak mengancam jiwa.
“Kami telah menerima informasi bahwa ada orang yang terluka. Pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, selain kerusakan jalan dan jembatan serta runtuhnya bangunan,” kata Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
Ledakan di Aeon Mall Kumamoto merobek salah satu sisi bangunan yang memiliki sekitar 200 toko dan membuat rangka baja serta puing berserakan di area parkir. Operator mal mengatakan pelanggan dan pegawai telah dievakuasi segera setelah gempa pertama terjadi, sementara penyebab ledakan masih diselidiki dan diduga berkaitan dengan kebocoran gas.
Selain korban di pusat perbelanjaan, satu orang dilaporkan meninggal setelah bangunan runtuh di sebuah kota dekat pusat gempa. Beberapa orang juga belum ditemukan setelah cerobong di sebuah pabrik Nippon Paper Industries roboh. Dua rumah sakit dilaporkan merawat lebih dari 50 pasien, termasuk sejumlah korban dalam kondisi serius.
Gempa juga mengganggu infrastruktur dan aktivitas transportasi di wilayah tersebut. Sekitar 300.000 orang diminta menuju pusat evakuasi, sementara 48.000 rumah kehilangan aliran listrik. Sejumlah ruas jalan mengalami retakan besar, layanan kereta api dihentikan, dan Bandara Kumamoto menutup landasan pacunya sehingga sejumlah penerbangan dialihkan atau dibatalkan.
Badan Meteorologi Jepang memperingatkan warga di wilayah yang mengalami guncangan terkuat agar mewaspadai gempa susulan kuat selama sekitar satu pekan serta potensi tanah longsor. Sementara itu, Otoritas Regulasi Nuklir Jepang menyatakan tidak terdapat laporan gangguan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di kawasan terdampak.
