ISLAM LIVE – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong transformasi asrama haji agar tidak hanya digunakan saat musim haji, tetapi dapat menjadi aset produktif yang dimanfaatkan sepanjang tahun.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan, saat membuka Rapat Koordinasi Pengembangan Strategi Asrama Haji di Bekasi, Selasa (29/9/2026). Rakor bertema Transformasi Asrama Haji Menuju Layanan Modern, Berkualitas dan Terintegrasi tersebut membahas arah baru pengelolaan asrama haji di Indonesia.
Ian mengibaratkan asrama haji sebagai “raksasa yang tertidur”. Menurutnya, fasilitas yang tersedia, mulai dari kamar, aula hingga lahan, memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan di luar operasional haji.
“Jangan sampai asrama haji hanya hidup satu musim. Kita memiliki aset yang besar, tetapi kalau sepanjang tahun tidak dimanfaatkan, justru menjadi beban operasional,” ujar Ian.
Karena itu, Kemenhaj mendorong perluasan pemanfaatan asrama haji untuk berbagai kebutuhan, seperti akomodasi, perhotelan, manasik, pelatihan, pertemuan, hingga kegiatan masyarakat. Pemanfaatan tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan fungsi utama asrama haji dalam mendukung pelayanan jemaah.
Ian menekankan, transformasi tidak cukup dilakukan melalui pembenahan fisik. Pengelolaan asrama haji juga membutuhkan perubahan pola pikir agar aset tersebut dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, asrama haji diharapkan mampu memberikan layanan yang baik sekaligus memiliki keberlanjutan secara ekonomi.
Gagasan tersebut turut diperkuat Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Nurchalis. Ia menilai asrama haji merupakan infrastruktur strategis yang tidak hanya mendukung penyelenggaraan haji, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, dan kegiatan masyarakat lainnya.
