ISLAM LIVE – Banyaknya material mudah terbakar seperti kasur dan barang fasilitas santri di dalam gudang menjadi hal yang harus diwaspadai karena membuat api cepat merambat. Peringatan itu muncul setelah kebakaran menghanguskan gudang milik Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Kabupaten Jombang, Senin (5/10/2026).
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu. Namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Insiden kebakaran tersebut berpusat di dalam sebuah gedung yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan barang dan fasilitas pesantren, termasuk tumpukan kasur milik santri.
“Kami belum dapat memastikan penyebab pasti pemicu kebakaran ini karena kondisi objek di dalam gedung tertutup rapat oleh asap yang sangat pekat. Langkah awal fokus pada pengondisian dan pembasahan lokasi,” ujar Wiko F Diaz, Kepala BPBD Jombang, di lokasi kejadian, Senin (5/10/2026).
Berdasarkan pemantauan di lokasi, kepulan asap hitam pekat tampak memenuhi seluruh ruangan hingga menutupi akses jalan masuk menuju gedung. Kondisi ini sempat menyulitkan tim pemadam kebakaran dan BPBD saat berupaya memadamkan kobaran api di dalam area tertutup.
Guna menembus ketebalan asap dan menjangkau titik api, petugas terpaksa mengenakan alat pelindung diri (APD) khusus yang dilengkapi tabung oksigen pernapasan. Petugas juga memecahkan penutup jendela gedung agar sirkulasi udara terbuka dan kepulan asap berkurang.
Dari peristiwa ini, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Pertama, penumpukan barang mudah terbakar di ruang tertutup. Kasur, kain, dan material sejenis dapat mempercepat penyebaran api sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Kedua, minimnya sirkulasi udara di ruang penyimpanan. Asap pekat yang terkurung membuat petugas sulit menjangkau titik api dan memerlukan alat bantu pernapasan. Ketiga, potensi kerugian material yang besar karena barang yang tersimpan menumpuk di satu lokasi.
Dia mengatakan, saat peristiwa terjadi, seluruh santri dan pengurus pesantren langsung dievakuasi ke area aman di luar radius asap. Kasus kebakaran tersebut kini sudah ditangani petugas Polres Jombang. Petugas juga mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi terkait insiden tersebut.
