ISLAM LIVE – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan kondisi makroekonomi Indonesia relatif stabil dan tangguh. Pernyataan tersebut disampaikan seusai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).
“Hari ini, Bapak Presiden memanggil tim ekonomi, terutama untuk meng-update situasi perekonomian akhir tahun ini, dan juga sekaligus dalam rangka dua tahun Pemerintahan Presiden Prabowo. Tadi kami sampaikan bahwa kondisi makroekonomi relatif stabil,” kata Airlangga.
Suahasil menyebut pemerintah akan menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan. Ia juga menyampaikan target belanja negara kuartal IV sekitar Rp1.300 triliun, termasuk penyaluran bantuan sosial dan bantuan pangan.
Namun, tekanan pasar dan kondisi pekerja menunjukkan tantangan lain. Pada 16 Oktober, IHSG dilaporkan anjlok 11,6%, sementara serikat pekerja menyoroti daya beli dan pemutusan hubungan kerja.
“Percuma upah naik, tetapi tidak bisa membeli karena harga luar biasa naik,” ujar Ketua Aspirasi Mirah Sumirat dalam dialog refleksi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Selasa (20/10/2026).
Perbedaan indikator tersebut menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana stabilitas makroekonomi dirasakan dalam kehidupan masyarakat.
