ISLAM LIVE – Pemerintah China mengecam serangkaian serangan kelompok Houthi terhadap bandara dan fasilitas energi di Arab Saudi serta memperingatkan meningkatnya ketegangan di kawasan. Beijing mendesak pihak-pihak terkait menahan diri dan menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan perundingan demi memulihkan perdamaian serta stabilitas regional.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyampaikan sikap tersebut dalam konferensi pers rutin di Beijing pada Senin (12/10/2026). Ia mengatakan China mengecam serangan yang menimbulkan banyak korban jiwa dan luka-luka serta menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya intensitas konflik.
Mao meminta pihak-pihak terkait menghindari tindakan yang dapat memperburuk ketegangan regional. Ia juga menyerukan penyelesaian perbedaan dan perselisihan melalui dialog serta perundingan, sehingga perdamaian dan stabilitas di kawasan dapat segera dipulihkan.
Pernyataan Beijing muncul setelah serangkaian serangan menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan sejumlah fasilitas energi Saudi. Eskalasi tersebut terjadi di tengah konfrontasi yang meningkat antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran.
Menurut laporan yemen monitor, serangan terhadap bandara pada Minggu menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya. Serangan itu terjadi sehari setelah serangan lain yang diklaim Houthi dan berujung pada penghentian operasional bandara. Serangan sebelumnya pada Kamis juga dilaporkan menewaskan tiga orang.
Selain menargetkan bandara, Houthi dilaporkan meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi dan kapal-kapal di Laut Merah. Rangkaian insiden tersebut menambah tekanan terhadap keamanan infrastruktur strategis dan jalur pelayaran di kawasan, meskipun rincian setiap serangan perlu dibedakan berdasarkan waktu dan sasaran.
Arab Saudi telah bertahun-tahun mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam konflik melawan Houthi. Kelompok tersebut menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, serta wilayah luas di bagian utara negara itu. Di tengah eskalasi tersebut, China menyerukan penahanan diri dan penyelesaian melalui jalur diplomatik untuk mencegah ketegangan semakin meluas.
