ISLAM LIVE – Tokoh reformasi, Amien Rais, menyampaikan kritik tajam sekaligus peringatan keras terhadap arah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini.
Dalam sebuah wawancara mendalam di kanal YouTube @forumkeadilanTV, Amien menyoroti dominasi lingkaran istana atau “all the President’s men,” yang dianggapnya dapat memicu kejatuhan kekuasaan jika tidak segera dibenahi.
Amien menekankan bahwa sejarah mencatat kejatuhan seorang pemimpin sering kali bukan karena faktor eksternal semata, melainkan adanya kontribusi negatif dari orang-orang terdekatnya. Dia juga menyoroti peran ajudan Presiden, Mayor Teddy, yang dinilainya terlalu mendominasi dan menghalangi akses komunikasi antara Presiden dengan para pembantunya yang lain.
“.. saya melihat ada keganjilan ya seorang mayor yang saya kira miskin pengalaman ketatanegaraan, kemudian dijadikan manusia andalan ya dari Pak Prabowo” ungkap Amien.
Ia juga memperingatkan Presiden agar tetap teguh menghadapi godaan para oligarki yang berpotensi menyandera kebijakan pemerintah melalui berbagai bentuk suap atau gratifikasi.
“Selama Presiden kita itu bisa menolak sogokan atau bribery dari oligarki, itu memang pasti akan lebih bagus lagi”, tambahnya.
Amien melihat adanya keretakan pada fondasi moral bangsa yang bisa berujung pada gerakan masa jika ketidakadilan hukum dan ekonomi terus melebar.
“Sebuah negara yang fondasi moralnya itu sudah reot, sudah keropos, itu biasanya akan berindikasi kepada ambruknya pemerintah yang bersangkutan”
Mantan Ketua MPR ini juga memprotes pengelolaan tambang yang dinilainya lebih menguntungkan pihak asing daripada rakyat sendiri, serta menyebut birokrasi saat ini masih terjebak dalam praktik “kleptokrasi”.
Sebagai solusi, Amien Rais menyarankan agar Presiden Prabowo melakukan evaluasi total terhadap kabinetnya. Ia mendorong adanya total reshuffle untuk membersihkan kabinet dari sosok-sosok yang tidak kompeten atau hanya titipan kepentingan politik masa lalu.
Meski melontarkan kritik pedas, Amien mengaku masih memiliki harapan agar Prabowo bisa kembali ke jalur idealisme yang pernah mereka bicarakan bersama selama satu dekade terakhir.
