ISLAM LIVE – Anggota DPR RI Andre Rosiade menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dibutuhkan masyarakat, tetapi pelaksanaannya harus terus dievaluasi dengan mengutamakan keamanan pangan, pengawasan, dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).
Dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (22/10/2026), Andre mengatakan kebutuhan masyarakat di daerah perlu menjadi pertimbangan dalam mengevaluasi keberlanjutan program tersebut.
“Kalau di Jakarta mungkin ramai penolakan (MBG). Namun, ketika saya berkeliling ke daerah pemilihan dan berbagai provinsi, saya bertemu dengan siswa serta masyarakat yang justru membutuhkan MBG,” kata politikus Partai Gerindra itu.
Meski mendukung keberlanjutan program, Andre menyoroti kasus keracunan yang terjadi di sejumlah wilayah. Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan seluruh pihak terkait memperketat pengawasan kebersihan, pengolahan, penyimpanan, serta distribusi makanan.
“Kalau ada pelanggaran SOP, harus segera diketahui dan ditindaklanjuti. Keamanan makanan bagi anak-anak harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Andre juga mendorong pemanfaatan CCTV dan kecerdasan buatan untuk membantu memantau operasional dapur penyedia MBG. Menurutnya, pelanggaran harus ditindaklanjuti secara konsisten.
Ia menyebut penerima manfaat MBG telah mencapai sekitar 59 juta orang. Karena itu, evaluasi perlu memastikan perluasan program berjalan seiring dengan peningkatan mutu layanan, keamanan pangan, dan pemenuhan standar gizi.
