ISLAM LIVE – Pemerintah memperkuat rantai pasok dan distribusi pangan untuk mengantisipasi inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Langkah ini menjadi perhatian setelah inflasi pangan tercatat 5,03%, disertai kenaikan harga sejumlah komoditas cabai.
“Kemudian yang mendesak permintaan Natal dan Tahun Baru. Nataru akan segera datang. Karena itu, produksi, konektivitas, dan efisiensi rantai pasok perlu diperkuat,” ungkap Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dalam kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Sulampua 2026 di Makassar, Jumat (23/10/2026).
Dalam siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, harga cabai merah besar dilaporkan naik 25,8%, cabai merah keriting 22%, dan cabai rawit 5,07%.
Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk stabilisasi pasokan dan harga pangan, perluasan kerja sama antardaerah, penguatan irigasi untuk mengantisipasi El Niño, serta koordinasi pengendalian inflasi pusat dan daerah.
Dradjad berharap sinergi BUMN yang terlibat dalam rantai pasok dapat diperkuat agar inflasi terkendali dan daya beli masyarakat terjaga menjelang akhir tahun.
