ISLAM LIVE – Nama Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf menjadi perbincangan publik setelah potongan video ceramahnya viral di media sosial. Gelombang kritik mencuat berawal dari unggahan rekaman yang memuat pernyataan kontroversial, mulai dari tarif ceramah hingga candaan tentang santriwati dan perempuan lanjut usia. Di tengah polemik, publik ramai membahas identitas dan latar belakang sang penceramah.
Habib Alwi memiliki nama lengkap Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf. Ia lahir pada tanggal 20 September 1955, sehingga genap berusia 71 tahun pada tahun 2026. Dalam aktivitas dakwahnya, ia dikenal sebagai pemimpin Majelis Ta’lim Zaadul Muslim (ZM) yang berlokasi di Al-Busyro, Kampung Jati, Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Keluarkan santri-santri perempuan. Santri laki-laki gue udah eneg. Perempuan, keluarin ane mau pilih. Mudah-mudahan ada santri perempuan yang mau saya jadiin istri keempat,” ujar Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf dalam rekaman yang beredar, sebagaimana dikutip pada Rabu (21/10/2026).
Majelis yang dipimpinnya menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari pengajian fikih dan akidah hingga peringatan Maulid Nabi dan Tahun Baru Islam. Habib Alwi merupakan putra dari ulama kharismatik asal Betawi, almarhum Habib Abdurrahman bin Ahmad bin Abdul Qadir Assegaf. Sang ayah dikenal dengan sebutan Sayyidul Walid, lahir di Bogor pada tahun 1908, merupakan lulusan Jam’iyat Al-Khair, dan dikenal sebagai pendiri Madrasah Tsaqafah Islamiyah di Bukit Duri, Jakarta, serta Majelis Taklim Zaadul Muslim.
Selain itu, Habib Alwi berasal dari keluarga dengan latar belakang kuat keagamaan. Ia merupakan saudara kandung almarhum Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, pendiri Majelis Al-Afaf, serta Ustaz Umar bin Abdurrahman Assegaf. Dalam bidang keagamaan, ia disebut memiliki sejumlah karya, di antaranya Hilyatul Janul Janan dan doa Tawasul Sayyidil Walid. Gaya ceramahnya yang kental logat Betawi dan kerap menyelipkan kelakar menjadikannya dikenal oleh sejumlah jemaah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Namun, gaya ceramah yang dibumbui candaan itu kini menjadi sorotan setelah sejumlah pernyataannya memicu polemik. Dalam rekaman yang sama, ia menyampaikan kepada jemaah perempuan berusia di atas 60 tahun dengan ungkapan yang dinilai berkenaan. “Enggak ada pahalanya ceramah depan emak-emak, ngotor-ngotorin mata. Tapi kalau perawan seger. Maaf-maaf nih, ane begini, aye tukang becanda,” ucapnya.
Kritik pun bermunculan, termasuk dari Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis yang antenanya agar umat Islam tidak lagi mengundang maupun mengikuti majelis sang penceramah. “Sodare-sodare, jangan undang lagi dan tak usah diikuti majelisnya orang model gini ya,” tegas Cholil melalui akun X pribadinya @cholilnafis pada Minggu (18/10/2026). Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan mengenai tanggapan langsung Habib Alwi atas seruan tersebut maupun kontroversi video yang beredar.
