ISLAM LIVE – Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina menghadapi ketegangan terkait pertukaran intelijen dan akses terhadap layanan komunikasi satelit yang digunakan militer Kyiv. Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan utusan AS Steve Witkoff di Oslo, Norwegia, pada Selasa (20/10/2026).
Zelenskyy mengatakan pertemuan itu menghasilkan kesepakatan untuk menyelesaikan sejumlah persoalan, termasuk terkait intelijen dan komunikasi satelit. Sebelumnya, Ukraina mengeluhkan gangguan dalam penerimaan informasi intelijen secara waktu nyata mengenai serangan Rusia serta masalah akses terhadap layanan komunikasi yang digunakan militernya.
Ketegangan tersebut berlangsung di tengah memburuknya hubungan Kyiv dan Washington setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan ekspor diesel dengan Rusia pada awal Oktober. Kesepakatan itu dimaksudkan untuk membantu menurunkan harga bahan bakar di AS, yang meningkat sejak Washington melancarkan serangan terhadap Iran.
Persoalan layanan satelit turut menjadi sorotan setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa Elon Musk memerintahkan perlambatan layanan Starlink versi militer yang digunakan Ukraina. Laporan pada Rabu tersebut mengutip pejabat AS dan sejumlah pihak yang mengetahui persoalan itu. Menurut laporan tersebut, pembatasan tersebut memengaruhi kemampuan Ukraina dalam menjalankan sejumlah operasi drone.
Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Musk sebelumnya mengatakan keputusan mengenai penggunaan layanan versi militer berada di tangan militer AS atau presiden. Trump juga membantah bertanggung jawab, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan Washington tidak mencabut akses Ukraina terhadap Starlink.
Starlink dan Starshield berkaitan dengan teknologi satelit SpaceX, tetapi keduanya tidak boleh dianggap sebagai istilah yang sepenuhnya dapat dipertukarkan. Dalam laporan mengenai Ukraina, persoalan yang dibahas mencakup layanan Starlink serta versi militer yang disebut Starshield. Karena itu, rincian mengenai layanan yang mengalami pembatasan harus mengikuti atribusi dan terminologi sumber masing-masing.
