ISLAM LIVE – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan calon jemaah haji untuk mempersiapkan kesehatan sejak dini. Imbauan ini disampaikan setelah pada penyelenggaraan haji tahun sebelumnya, sebanyak 345 jemaah yang telah tiba di embarkasi dinyatakan tidak laik terbang.
Gus Irfan menegaskan, persiapan kesehatan tidak seharusnya baru dilakukan menjelang keberangkatan. Pemeriksaan medis dan bimbingan manasik perlu menjadi bagian dari persiapan jemaah agar mereka dapat menjalankan ibadah sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing.
“Jemaah harus mempersiapkan diri sejak sekarang. Kesehatan dijaga, manasik diikuti dengan baik. Jangan sampai ketika sudah tiba waktunya berangkat, ternyata kondisi kesehatan tidak memungkinkan,” ujar Gus Irfan dalam rangkaian UMKM Expo Sulsel 2026 di Gowa, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Gus Irfan, angka jemaah yang tidak laik terbang tersebut menjadi pengingat pentingnya pemantauan kesehatan sejak awal. Dengan persiapan yang berkelanjutan, kondisi jemaah dapat diketahui lebih dini sehingga mereka bisa mengikuti anjuran tenaga medis sebelum keberangkatan.
Ibadah haji menuntut kesiapan fisik karena jemaah harus menempuh perjalanan panjang, berpindah antarlokasi, dan menjalani rangkaian ibadah di lingkungan yang berbeda dari Indonesia. Karena itu, jemaah diminta mengikuti pemeriksaan kesehatan, mematuhi arahan tenaga medis, serta memanfaatkan manasik untuk memperkuat pemahaman ibadah.
