ISLAM LIVE – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan untuk memasok produk kebutuhan jemaah haji dan umrah. Upaya ini diharapkan dapat mempertahankan perputaran uang di dalam negeri, terutama dari belanja oleh-oleh jemaah yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun sebelumnya, sebagaimana dikutip Menteri, mencapai sekitar Rp4 triliun secara nasional.
Gus Irfan menyampaikan hal tersebut saat membuka Expo Haji dan Umrah di Taman Sultan Hasanuddin, Gowa, Sabtu (17/10/2026). Ia mengatakan, sesuai arahan Presiden, aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji dan umrah diharapkan memberikan manfaat nyata serta efek berganda bagi perekonomian nasional.
Untuk mendukung keterlibatan UMKM, Kementerian Haji dan Umrah memiliki Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah yang berfokus pada pengembangan rantai pasok kebutuhan jemaah. Menurut Irfan, pelaku usaha dapat mulai berpartisipasi melalui penyediaan bahan makanan, bumbu-bumbu, dan produk lain yang sesuai dengan kebutuhan jemaah.
“Salah satu tujuannya adalah untuk bisa membantu para UMKM ini bisa menjadi bagian dari ekosistem. Awalnya mungkin dari penyediaan bahan makanan atau bumbu-bumbu,” terang Gus Irfan.
Gus Irfan juga menyoroti potensi produk suvenir dan oleh-oleh yang dibeli jemaah Indonesia di Arab Saudi. Ia menyebut sebagian produk, seperti pakaian dan mainan bernuansa unta, merupakan buatan Indonesia, termasuk produk yang dikirim dari Sidoarjo. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi UMKM untuk memasok produk dari Tanah Air agar pembelian dapat dilakukan sebelum jemaah berangkat.
Khusus jemaah asal Sulawesi Selatan, Gus Irfan memperkirakan belanja oleh-oleh mencapai Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun dari total sekitar Rp4 triliun secara nasional. Ia berharap potensi belanja tersebut dapat lebih banyak menggerakkan usaha lokal dan menjaga perputaran uang tetap berada di Indonesia.
