ISLAM LIVE – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan reformasi pasar modal Indonesia terus berjalan di tengah gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan polemik pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa perbaikan tata kelola dilakukan untuk meningkatkan integritas, transparansi, dan likuiditas pasar modal, bukan semata-mata merespons satu penyedia indeks global.
“Kita tuh melakukan perbaikan, bukan karena satu global index provider tertentu, tapi memang niat kita dari Januari sesuai arahan Bapak Presiden,” ujar Friderica di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Sebelumnya, Prabowo menyatakan Indonesia tidak gentar menghadapi MSCI. Pernyataan tersebut memunculkan perdebatan mengenai komunikasi kebijakan dan kepercayaan investor.
Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Y. Sri Susilo, menilai pernyataan itu kurang tepat dari sisi waktu dan substansi. Sementara itu, Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menekankan pentingnya pembenahan keterbukaan informasi, aturan saham publik (free float), dan penindakan manipulasi saham.
Pada Jumat (16/10/2026), IHSG dilaporkan turun 11,57 persen ke level 5.185,11. Ke depan, konsistensi reformasi dan transparansi tata kelola menjadi perhatian penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
