Festival Film Santri 2026 Hadirkan Kompetisi Kritik Film untuk Santri

2 views
Wakil Pemimpin Redaksi JawaPos.com Suprianto (tengah) bersama Direktur Festival FFS 2026 Agus Samsuri (dua dari kiri) di Kantor JawaPos.com Surabaya pada Rabu (14/10)

ISLAM LIVE – Festival Film Santri (FFS) 2026 menghadirkan terobosan baru dengan meluncurkan Kompetisi Kritik Film untuk pertama kalinya. Sebanyak 31 karya tulisan kritik film dari berbagai daerah telah masuk ke meja panitia, menjadi ruang bagi santri untuk mengasah daya kritis melalui tulisan.

Langkah ini melengkapi gelaran FFS 2026 yang tahun ini sukses menjaring 195 film dari berbagai daerah di Indonesia, naik pesat dibanding tahun lalu yang hanya 125 karya. Karya sineas asal Iran, Mesir, dan seorang peserta asal Yaman yang tinggal di Indonesia turut meramaikan festival. Malam puncak penganugerahan dan pemutaran film terbaik dijadwalkan berlangsung pada 12-13 November mendatang di Taman Budaya Jawa Timur Cak Durasim, Surabaya.

Direktur Festival Agus Samsuri mengatakan festival ini didirikan sebagai sarana silaturahmi antarpesantren sekaligus ruang bagi para santri menarasikan cerita dan kehidupan mereka sendiri melalui media audio-visual. “Sebenarnya ada lagi satu karya peserta asal Yaman, cuma dia memang tinggal di Indonesia,” kata Agus Samsuri di Kantor JawaPos.com Surabaya, Rabu (14/10).

Baca Juga:  45 Santri Korban Keracunan MBG Kembali Dirawat, Pemkab Sidoarjo Evaluasi Program

Agus berharap ekosistem festival ini semakin memperkuat jaringan dan melahirkan sineas berbasis pesantren. “Syukur-syukur ke depan dengan adanya ekosistem ini kita bisa memperkuat jaringan dan melahirkan para sineas berbasis pesantren,” ujarnya.

Manager Festival Muhammad Bisri Musthafa menuturkan, komposisi partisipan tahun ini didominasi kalangan pesantren, yakni 60 persen dari kategori pesantren dan pelajar, sedangkan 40 persen dari kategori umum. “Tahun ini ada 195 film yang kirim. Komposisinya 60 persen dari kategori pesantren dan pelajar, sedangkan 40 persen dari kategori umum. Ada sekitar 97 pesantren yang mengirimkan karyanya, tersebar di 12 provinsi di Indonesia dan terbanyak dari Jawa Timur,” terang Bisri.

Kompetisi Kritik Film menjadi penekanan baru pada gelaran kali ini. Untuk kurator dan jurinya, panitia menghadirkan dosen UII sekaligus anggota KAFEIN Mas Zaki Habibi serta kritikus film Adrian Jonathan Pasaribu. “Kita coba dorong sisi kritis santri lewat tulisan. Untuk kurator dan juri kritik film, kami menghadirkan dosen UII sekaligus anggota KAFEIN Mas Zaki Habibi, serta kritikus film Adrian Jonathan Pasaribu,” tutur Bisri.

Baca Juga:  Kemenhaj Perketat Seleksi: Hanya Jemaah dengan Istithaah Kesehatan yang Bisa Berangkat

Untuk kompetisi film pendek, FFS 2026 menggandeng jajaran nama besar industri perfilman dan tokoh nasional, yakni sutradara dan dosen IKJ Nurman Hakim, sastrawan Sasti Gotama, serta putri Presiden RI ke-4 Gus Dur, Inaya Wahid. Selain 195 film yang masuk secara terbuka, panitia menambahkan 7 film hasil workshop yang diproduksi sepanjang 2026. Seluruh karya kini memasuki tahap kurasi ketat untuk memperebutkan posisi finalis di Kategori Kompetisi Utama (Umum) dan Kategori Kompetisi Santri dan Pelajar.

Setelah malam penganugerahan usai, seluruh karya yang lolos seleksi finalis akan diboyong kembali ke akar rumput melalui program roadshow pemutaran film dan ruang diskusi sinema di sejumlah pondok pesantren. “Setelah acara festival, film-film yang masuk finalis akan kita bawa kembali ke pesantren untuk di-roadshow-kan sekaligus membuka ruang-ruang diskusi bersama para filmmaker santri,” ucap Bisri.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA