Krisis Kesehatan Yaman: Rumah Sakit Kewalahan Tampung Lonjakan Korban Perang

1 views
Pecahan kaca berserakan di lantai rumah sakit setelah serangan udara terhadap sebuah bangunan di dekatnya di Sanaa, Yaman, pada 3 Oktober 2026

ISLAM LIVE – Rumah sakit di berbagai wilayah Yaman kesulitan menangani lonjakan korban luka akibat perang di tengah meningkatnya pertempuran di sejumlah front. Komite Internasional Palang Merah (ICRC) memperingatkan bahwa kondisi tersebut semakin membebani sistem kesehatan Yaman yang telah rapuh akibat konflik berkepanjangan.

Menurut ICRC pada Rabu, 14 Oktober 2026, rumah sakit di garis depan, termasuk di Marib, Taiz, dan pesisir Laut Merah, menerima jumlah pasien luka akibat senjata yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sejumlah fasilitas bahkan menangani lebih dari 700 korban dalam satu pekan.

Koordinator kesehatan ICRC, Feras Abusamra, mengatakan tenaga medis yang menangani pasien trauma menghadapi tekanan besar. Hanya sebagian kecil fasilitas kesehatan yang masih beroperasi di Yaman mampu menyediakan layanan penanganan trauma secara menyeluruh.

Baca Juga:  Ketum SAJID: Dinamika NU Harus Dipahami dari Akar Sejarahnya

Kondisi tersebut diperburuk oleh kekurangan berbagai kebutuhan medis, termasuk perlengkapan bedah, anestesi, oksigen, dan obat-obatan. Keterbatasan pasokan membuat rumah sakit menghadapi tantangan lebih besar ketika jumlah pasien luka terus meningkat.

ICRC memperingatkan bahwa kapasitas layanan kesehatan Yaman untuk menangani lonjakan korban massal dapat semakin terbatas jika pertempuran kembali meningkat. Sistem kesehatan negara tersebut telah terdampak lebih dari satu dekade konflik, krisis ekonomi, pengungsian, dan wabah penyakit.

Di luar korban luka, konflik yang kembali berkobar dalam beberapa pekan terakhir juga memicu perpindahan penduduk dalam skala besar. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan lebih dari 200.000 orang telah mengungsi dari tempat tinggal mereka sejak pertempuran antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali pecah.

Baca Juga:  Anggaran Pendidikan APBN 2027 Capai Rp824 Triliun, Naik 13,9 Persen

Situasi tersebut menambah tekanan terhadap kebutuhan kemanusiaan di Yaman, terutama ketika fasilitas kesehatan harus menangani lebih banyak korban dengan sumber daya terbatas. ICRC memperingatkan bahwa eskalasi pertempuran lebih lanjut berisiko melampaui kemampuan layanan kesehatan yang masih berfungsi untuk memberikan perawatan trauma secara memadai.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA