ISLAM LIVE – Sejumlah maskapai internasional menghentikan sementara penerbangan ke Riyadh, Arab Saudi, setelah meningkatnya serangan kelompok Houthi memicu gangguan terhadap operasional penerbangan di ibu kota tersebut, Kamis (8/10/2026).
Reuters melaporkan Lufthansa Group menghentikan penerbangan ke Riyadh hingga 16 Oktober karena perkembangan situasi di Timur Tengah. Sementara itu, IndiGo membatalkan penerbangan ke dan dari Riyadh hingga 9 Oktober, sedangkan Air India dan Akasa Air menghentikan layanan hingga 10 Oktober.
Gangguan juga terlihat pada jadwal penerbangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Data perusahaan analitik penerbangan Cirium menunjukkan 49,7 persen keberangkatan dari bandara tersebut telah dibatalkan hingga pukul 15.00 GMT pada Kamis.
Cirium juga memperkirakan 31 pembatalan tambahan akan terjadi pada Jumat di seluruh bandara Arab Saudi. Sementara itu, FlightRadar24 mencatat banyak keterlambatan penerbangan kedatangan dan keberangkatan di Bandara Riyadh.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang menghubungi maskapai masing-masing untuk memastikan status penerbangan sebelum berangkat. Imbauan tersebut penting karena jadwal penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi keamanan.
Gangguan penerbangan terjadi setelah Houthi mengklaim menyerang Bandara Riyadh dengan rudal balistik. Pada saat yang sama, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah menghancurkan dua rudal balistik yang diarahkan ke Riyadh dan satu rudal lainnya yang mengarah ke Khamis Mushayt.
