ISLAM LIVE – Sujud syukur yang dilakukan pesepak bola Muslim di atas lapangan menunjukkan bagaimana olahraga dapat menjadi ruang perjumpaan antara prestasi, identitas, dan spiritualitas. Momen terbaru datang dari Rizky Ridho setelah Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesia memastikan gelar setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 selama 90 menit, lalu sama kuat 2-2 hingga 120 menit. Di tengah sorotan puluhan ribu suporter, Ridho tersungkur dan bersujud di rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Momen tersebut bukan sekadar selebrasi kemenangan, tetapi juga memperlihatkan ekspresi seorang Muslim yang mengembalikan rasa syukur atas keberhasilan kepada Allah SWT. Gelar ini menjadi trofi internasional pertama Indonesia di luar medali emas SEA Games, sekaligus menandai Indonesia sebagai juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup.
Sujud syukur memiliki makna penting dalam Islam. Praktik ini dilakukan seorang Muslim sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Allah SWT atas datangnya nikmat atau terhindarnya seseorang dari suatu kesulitan.
Dalam konteks olahraga, sujud syukur memiliki daya komunikasi yang kuat. Seorang atlet tidak perlu menyampaikan pidato panjang untuk menunjukkan keyakinannya. Satu gerakan sujud di hadapan ribuan penonton sudah menjadi simbol bahwa keberhasilan manusia tetap dipandang sebagai karunia Allah.
Fenomena serupa juga terlihat di panggung sepak bola internasional. Lamine Yamal tercatat melakukan sujud syukur saat mencetak gol perdananya di Piala Dunia 2026 dan kembali melakukannya setelah membawa Spanyol menjuarai turnamen tersebut.
Pada Juni 2026, para pemain Timnas Maroko juga menjadi sorotan ketika melakukan sujud syukur setelah berhasil menyingkirkan Belanda. Momen-momen itu memperlihatkan bahwa sujud syukur bukan kebiasaan tunggal satu negara, melainkan ekspresi iman yang muncul di berbagai belahan dunia.
Di tengah popularitas sepak bola yang menjangkau jutaan orang, gestur tersebut mempunyai pesan yang mudah dipahami lintas bahasa: bersyukur ketika memperoleh kemenangan. Sujud syukur di GBK pun bukan hanya bagian dari perayaan juara FIFA ASEAN Cup. Gestur itu menjadi pesan visual bahwa di balik kemenangan seorang atlet terdapat rasa syukur kepada Sang Pemberi kemenangan.
