ISLAM LIVE – Presiden Prabowo Subianto menegaskan ancaman terhadap Indonesia kini tidak hanya berbentuk serangan fisik, tetapi juga siber, disinformasi, dan berita bohong. Pernyataan itu disampaikan dalam amanat HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
“Kita tidak tahu kapan ancaman kepada kita akan menjadi nyata. Sekarang ancaman tidak hanya fisik. Kita bisa diserang, sudah mulai diserang, melalui siber, melalui disinformasi, melalui berita-berita bohong, yang selalu ingin Indonesia dipecah belah, yang selalu ingin Indonesia gaduh,” kata Prabowo,
Ancaman tersebut juga mencakup gangguan ekonomi, pencurian kekayaan negara, penyelundupan, dan narkotika.
Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho menyebut ancaman hoaks semakin canggih. “Selama satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, konten manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI) semakin masif,” ujar Septiaji.
Pernyataan tentang ancaman siber dan disinformasi memperkuat kebutuhan Indonesia meningkatkan literasi digital, kesiapan SDM, kejelasan regulasi, serta mekanisme pengawasan agar penanganan hoaks tetap menjaga kebebasan berekspresi.
