ISLAM LIVE – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menyebut potensi perputaran ekonomi dari penyelenggaraan haji dan umrah di Indonesia mencapai sekitar Rp80 triliun. Potensi tersebut berasal dari kebutuhan penyelenggaraan haji yang diperkirakan mendekati Rp20 triliun dan ekonomi umrah sekitar Rp60 triliun.
Hal itu disampaikan Gus Irfan saat membuka Business Matching Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah Tahun 2026 di Stadion Wilis, Kota Madiun, Sabtu (26/9/2026). Menurutnya, besarnya potensi tersebut perlu diarahkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.
“Harapan kita, angka itu jangan semuanya hilang. Sebaiknya sebagian bisa kembali kepada masyarakat kita. Karena itu kita membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah agar manfaatnya juga dirasakan oleh pelaku usaha Indonesia,” ujar Gus Irfan.
Gus Irfan menjelaskan, penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah menjadi salah satu upaya untuk memperbesar keterlibatan pelaku usaha nasional dalam rantai pasok penyelenggaraan haji dan umrah.
Menurutnya, business matching menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok haji dan umrah yang kuat dan mandiri. Dalam kegiatan di Madiun, pelaku UMKM dipertemukan dengan dunia usaha, perbankan, eksportir, dan mitra strategis untuk membuka peluang kerja sama.
