ISLAM LIVE – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) perkuat kolaborasi seni pertunjukan film (lintas subsektor) untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif yang berkelanjutan.
“Kita perlu mencari titik temu yang memungkinkan ekosistem kreatif tumbuh secara efisien dan berkelanjutan. Bukan hanya membangun potensi yang sudah tercipta, tetapi juga memastikan model bisnis kreatif bisa berjalan. Dengan begitu, kita tak sekadar meningkatkan budaya publik untuk nonton teater di gedung seni pertunjukan maupun nonton film di ruang putar, tetapi juga memberikan soft landing bagi investor untuk masuk ke subsektor seni pertunjukan dan subsektor film,”
ungkap Irene Umar saat menerima audiensi rumah produksi Keana Film di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, (09/09/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Keana Film memaparkan sejumlah program 2026–2027, termasuk Monolog Melati Pertiwi, Kongres Perempuan di Yogyakarta, serta festival CULTURA di TMII. Keana juga menyiapkan pengembangan IP Laksamana Malahayati dari seni pertunjukan menjadi komik dan film panjang.
Kolaborasi seni pertunjukan film ini akan diarahkan untuk memperkuat ekosistem, talenta, IP lokal, dan peluang ekonomi kreatif.
