ISLAM LIVE – Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi bahwa Suriah berupaya membangun reaktor nuklir di Provinsi Deir Az Zor pada masa pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Konfirmasi tersebut diperoleh setelah badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan verifikasi di sejumlah lokasi di Suriah.
Dalam laporan rahasia yang dilihat sejumlah kantor berita pada Selasa (1/9/2026), IAEA menyebut telah mengunjungi beberapa lokasi di Suriah pada Agustus dan melakukan pekerjaan verifikasi. Berdasarkan pengamatan di lokasi Deir Az Zor, badan tersebut menemukan infrastruktur pendingin yang konsisten dengan fasilitas reaktor nuklir.
Seperti laporan Aljazeera, IAEA menyatakan akan terus memantau aktivitas di lokasi tersebut seiring berlangsungnya pekerjaan penggalian. Temuan itu memperkuat dugaan mengenai program nuklir Suriah yang sebelumnya tidak dideklarasikan kepada badan pengawas nuklir internasional.
Lokasi Deir Az Zor sebelumnya diketahui publik setelah Israel melancarkan serangan udara pada 2007 yang menghancurkan fasilitas tersebut. Suriah kemudian meratakan lokasi itu dan tidak memberikan jawaban secara penuh atas pertanyaan IAEA terkait keberadaan fasilitas tersebut.
Setelah pemerintahan Bashar al-Assad digulingkan pada Desember 2024, pemerintahan baru Suriah memberikan akses kepada inspektur IAEA untuk memeriksa sejumlah lokasi nuklir yang sebelumnya dicurigai. IAEA sebelumnya juga mengambil sampel dari lokasi tersebut pada 2024 dan melaporkan adanya partikel uranium dalam sampel itu.
