ISLAM LIVE – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur Mahmudi, S.Ag., M.A. menekankan pentingnya integritas, dan komitmen pelayanan kepada peserta Computer Assisted Test (CAT) seleksi Petugas Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN), Sidoarjo, Senin (31/8/2026).
Pesan tersebut disampaikan Mahmudi saat memberikan arahan kepada peserta seleksi. Ia menegaskan bahwa menjadi petugas haji bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga merupakan amanah dan bentuk pengabdian untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
“Petugas haji harus memiliki integritas. Jangan sampai amanah yang diberikan justru disalahgunakan. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan berikan pelayanan yang maksimal kepada jemaah,” tegas Mahmudi.
Menurut Mahmudi, integritas menjadi fondasi utama bagi petugas haji. Selain memiliki kompetensi sesuai bidang tugas, petugas dituntut bekerja secara profesional serta menempatkan kepentingan, keamanan, kenyamanan, dan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama.
Khusus bagi petugas kesehatan, ia menilai tanggung jawab yang diemban memiliki tantangan tersendiri. Petugas tidak hanya dituntut memiliki kompetensi medis, tetapi juga kepedulian, kesabaran, empati, serta kemampuan komunikasi yang baik dalam mendampingi jemaah selama berada di Arab Saudi.
Mahmudi juga mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi CAT dengan menjunjung tinggi kejujuran dan integritas. Menurutnya, proses seleksi harus menjadi sarana untuk mendapatkan calon petugas yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga karakter dan komitmen kuat terhadap pelayanan jemaah.
Ia berharap seluruh peserta mempersiapkan diri secara optimal dan menjadikan kesempatan mengikuti seleksi PPIH Arab Saudi sebagai bagian dari proses pengabdian.
