ISLAM LIVE – Tim pengabdian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto memberikan pendampingan lifeskill kepada santri Pondok Pesantren Baitul Mahmud Pekaja, Banyumas. Program ini meliputi pelatihan pengolahan pangan, pemasaran produk, hingga kemampuan public speaking guna memperkuat kemandirian santri.
“Hasil pemetaan kemudian menjadi dasar pemberian materi dan praktik pengolahan pangan yakni pelatihan pembuatan yoghurt dan nugget,” kata Irfan Fadhlurrohman, S.Pt., M.Pt., Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Unsoed, di Pondok Pesantren Baitul Mahmud, Pekaja, Banyumas, dalam keterangannya.
Program bertajuk “Penguatan Lifeskill Santri dalam Kecakapan Personal dan Vokasional” ini diarahkan untuk membekali santri dengan keterampilan personal dan vokasional. Selain pelatihan teknis pengolahan pangan, santri juga mendapatkan pelatihan public speaking agar mampu mengkomunikasikan produk dan gagasan dengan percaya diri.
Kegiatan diawali dengan pengawasan bersama pihak pesantren guna memetakan potensi serta kebutuhan mitra. Hasil gambar tersebut menjadi dasar pemberian materi dan praktik pengolahan pangan, termasuk pembuatan yoghurt dan nugget yang berbasis ekonomi kreatif berkelanjutan.
Tim pengabdian dipimpin Irfan Fadhlurrohman dari Unsoed dengan melibatkan dosen dari kedua perguruan tinggi serta sejumlah mahasiswa. Program ini mendapat pendanaan hibah tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pelatihan public speaking menjadi salah satu fokus utama karena kemampuan komunikasi dinilai penting bagi santri untuk mempromosikan produk usaha mereka. Dengan keterampilan ini, santri diharapkan mampu memasarkan hasil makanan secara mandiri.
“Kami ingin santri memiliki keberanian dan kemampuan berbicara di depan umum agar produk mereka dikenal lebih luas,” ujarnya.
Program pengabdian ini diharapkan menjadi model pemberdayaan santri yang dapat direplikasi di pondok pesantren lain di Indonesia.
